Pengalaman Mengikuti Seleksi Beastudi Etos

Seleksi beastudi etos – Pernahkah kalian mendengar tentang beastudi etos? Nah dalam postingan kali ini saya akan sedikit berbagi pengalaman menganai proses seleksi beastudi etos. Jadi ceritanya di tahun 2013, saya mengikuti program beasiswa dari dompet dhuafa. Program beasiswa tersebut disebut beastudi etos.

Proses seleksi yang dilakukan terbilang sederhana, meliputi :

  • Pengumpulan berkas.
  • Tes tulis.
  • Wawancara.
  • Wawancara Orang Tua Peserta.

Kurang lebih proses seleksi berjalan dalam waktu dua bulan. Untuk lebih jelasnya yuk kenalan terlebih dahulu dengan beastudi etos.

Tentang Beastudi Etos

seleksi beastudi etos

google.com

Beasiswa keren ini merupakan program dari dompet dhuafa. Programnya pun terbilang sudah cukup lama. Telah menghasilkan banyak alumni. Beasiswa ini terus eksis dari tahun – ketahun, peminatnya pun terus bertambah.

Visi dari Etos sendiri ialah, terdepan dalam membentuk sumber daya manusia berkarakter untuk Indonesia unggul dan berdaya.

Beastudi Etos di tahun 2018 telah menjangkau 20 perguruan Tinggi yang tersebar di 18 wilayah di Indonesia, antara lain UNSYAH, USU, UNAND, UNILA, UI, UIN Jakarta, IPB, UNPAD, ITB, UPI, UNDIP, UGM, ITS, UNAIR, UB, UNMUL, UNRAM, UNHAS, UHO dan UNPATTI.

Jika kalian merasa tertarik dengan beasiswa ini, siapkan diri sebaik mungkin. Untuk pendaftaran bisanya di buka pada bulan juli. Info lengkapnya bisa kunjungi laman beastudiindonesia.net.

Cerita Mengikuti Seleksi Beastudi Etos

Pendaftaran Berkas

seleksi beastudi etos

pexel.com

Sore hari, saya begitu terburu – buru menyiapkan dan mengumpulkan pemberkasan. Sebab informasi didapatkan begitu mendadak. Maklum saja saya termasuk manusia abad 21 yang kudet. Berangkat kesana kemari mempersiapkan segalanya. Untung saja, saya memiliki teman yang membantu beberapa hal.

Hal pertama yang saya lakukan, tentu saja, membaca informasi se detail mungkin. Alasannya, supaya tidak salah informasi.

Tertera jelas persyaratan berkas yang harus dipenuhi, mulai dari mengisi selengkap – lengkapnya data diri hingga foto copy raport secara keseluruhan. Tentu saja, jika dilakukan dalam satu hari cukup menguras tenaga. Maka sebaiknya anda sebisa mungkin mencari informasi beasiswa sejak berstatus siswa. Hal ini akan menjadikan anda lebih siap.

Apa yang saya lakukan terbilang serba tergesa – gesa. Semoga ini menjadi pembelajaran bagi anda yang akan mengikuti seleksi beasiswa.

Berkas secara keseluruhan telah tersusun rapi, kemudian saya masukan dalam sebuah map. Saat itu, saya di haruskan mengirimkan berkas ke bandung. Penutupan pengumpulan berkas akan dilakukan dalam dua hari berikutnya. Tanpa berpikir panjang, berkas dikirimkan melalui JNE, bukannya lewat kantor POS. Saya takut apabila berkas dikirim lewat POS, tidak akan sampai tepat waktu.

Beberapa hari kemudian, ada pesan dari pihak panitia seleksi beasiswa, bahwa berkas yang saya kirimkan telah diterima mereka. Tentu hal ini membuat hati saya sedikit tenang.

Pengumuman Tahap Satu

seleksi beastudi etos

pexel

Pengumuman tahap satu dilakukan secara serentak se indonesia melalui website masing – masing wilayah. Saya harap – harap cemas menunggu pengumuman tersebut. Banyak yang ditakutkan, hati merasa tidak tenang dan pikiran terus menerka – nerka entah kemana.

Harapan saya terhadap beastudi etos begitu besar. Sebab beasiswa ini memberikan segala hal, mencakup akomodasi perjalanan, biaya kuliah sampai pembinaan karakter. Tidak banyak beasiswa yang menawarkan kelengkapan seperti beastudi etos, apalagi yang sifatnya non pemerintah.

Hal yang ditunggu tidak kunjung datang, semakin membuat saya tidak karuan, ditambah kuota internet habis. Alhasil baru bisa membuka pengumuman di ke esokan harinya. Alhamdulillah ternyata lolos tahap satu. Nama saya tertera di daftar pengumuman yang lulus beserta nama sekolah.

Tidak di pungkiri, perasaan senang menyebar di sekujur tubuh, membicarakannya di berbagai kesempatan kepada teman – teman terdekat. Tidak lupa juga saya berterima kasih kepada kedua orang tua atas doa – doa yang telah diberikan.

Setelah lolos pemberkasan, tes selanjutnya adalah tes tulis. Ujianya sendiri dilakukan di kota Bandungdengan diikuti oleh peserta yang berasal dari daerah jawa barat.

Tes Tulis

seleksi beastudi etos

pexel.com

Dua hari sebelum tes tulis dimulai saya telah berada di bandung, tentu dengan diantar seorang teman. Memulai kembali mengulangi pelajaran. Paling tidak dengan begitu kepercayaan diri saya akan meningkat. Di beberapa kondisi mungkin saja kepercayaan diri akan menentukan segalanya.

Mencoba menyederhana setiap hal adalah pilihan yang baik. Misal anggap saja, satu hari sebelum tes saya sudah menguasai materi. Dengan begitu harapannya bisa lebih merasa tenang.

Tibalah hari dimana tes tulis dilaksanakan. Waktu itu, Tes dilaksanakan di Gedung Dakwah di Daerah Perum Sukaluyu Cikutra. Ketika memasuki gedung, sudah banyak orang yang menunggu untuk mengikuti tes tulis, sama halnya dengan saya.

Hal pertama yang dilakukan saat memasuki gedung, tentu saja mencari teman yang bisa diajak ngobrol. Setelah lirik sana sini, akhirnya saya menemukan seseorang yang bisa diajak ngobrol dan becerita.

Kami berkenalan satu sama lain, bercerita mengenai latar belakang dan pengalaman. Saya sangat senang ketika bertemu banyak orang. Sebab, hal inilah yang membuat pemikiran semakin meluas. Belajar mendalami setiap karakter manusia.

Ketika melihat kertas soal yang diberikan, saya cukup senang dan semakin percaya diri. Sebab, soal yang diberikan cukup mudah untuk dikerjakan. Bahkan kebanyakan pertanyaan hanya bersifat umum. Di bagian akhir tes tulis, panitia memberi pengumuman terkait tes wawancara. Bahwasanya wawancara akan dilakukan setelah tes tulis selesai. Artinya wawancara dilakukan pada hari yang sama.

Wajar sebenarnya apabila saya merasa kaget, sebab tidak ada persiapan yang dilakukan untuk wawancara, yang ada hanya persiapan tes tulis saja.

Wawancara

seleksi beastudi etos

pexel.xom

Bakda dzuhur, wawancara dimulai. Pertama peserta di urutkan. Saya pikir waktu itu merasa beruntung karena kebagian wawancara di penghunjung.

Peserta yang mengikuti wawancara sekitar 250 orang, sedangkan untuk yang mewawancarai hanya 5 orang. Jadi perbandingannya, satu berbanding lima puluh. Kalian bisa bayangkan berapa lama saya harus menunggu.

Setelah beberapa lama menggu, akhirnya nama saya di panggil untuk memasuki ruangan. Seorang laki – laki muda sedang duduk di kursi, dari wajahnya terlihat jelas umurnya kurang dari 30 tahun. Ia mempersilahkan saya dengan ramah, membiarkan saya untuk diam sejenak.

Tidak lama setelah saya duduk, laki – laki tersebut memberondong dengan pertanyaan, di beberapa kesempatan bahkan saya meminta untuk mengulang pertanyaan. Alhamdulillah setiap pertanyaan berhasil di jawab tanpa keraguan sedikitpun. Di akhir proses wawancara Ia menjabat tangan saya dan kemudian berkata “Semoga Sukses”.

Pengumuman Akhir Hasil Seleksi

Pengumuman seleksi beastudi etos akhirnya di beritahukan kepada setiap peserta, Alhamdulillah waktu itu saya termsuk kedalam peserta yang lolos seleksi.

Telepon saya berbunyi, di balik layar telefon tersebut jelas tertulis panitia etos. Dalam hati merasa kaget, ada kepentingan dan keperluan apa. Setelah diangkat ternyata mereka memberi tahu bahwa saya termasuk peserta yang lolos seleksi tahap akhir. Di akhir pembicaraan mereka menambahkan, bahwa saya harus masuk Perguruan Tinggi Negeri yang telah mereka tentukan. Jika tidak, beasiswa dianggap hangus.

Apa yang saya tulis di atas merupakan pengalaman dalam mengikuti seleksi beastudi etos. Tentunya beastudi etos saat ini telah mengalami banyak perubahan. Mulai dari persyaratan dan regulasinya. Semoga dapat memberikan manfaat serta mengambil hal yang positifnya saja.

Show Comments

No Responses Yet

    Leave a Reply