Puisi Cinta, Romantis, Islami, Sedih Menyentuh Hati dan Jiwa

Puisi Cinta – Para pembaca, hari ini kita romantis-romantisan dulu ya Setiap orang pasti pernah merasakan yang namanya jatuh cinta, yang katanya sih punya rasa sampai berjuta-juga gitu bahkan ada yang mengatakan tidak mampu untuk mengungkapkan dari rasa jatuh cinta itu sendiri.

Ya begitulah indahnya cinta yang seketika mampu menyulap manusia biasa menjadi seorang pujangga cinta. Awalnya tak mahir untuk berkata-kata indah penuh majas, tapi karena efek dari jatuh cinta yang mampu membuat seseorang tiba-tiba mendadak bisa merangkai kata.

Jatuh cinta tidak harus melulu soal seseorang, pasangan, kekasih atau pacar ya teman-teman, karena definisi cinta tidak sesempit itu. (baca definisi cinta disini)

Sangat banyak hal yang bisa membuat kita jatuh cinta, bisa dari kasih sayang orang tua atau keluarga, pengorbanan, perjuangan mereka yang membuat kita semakin merasa jatuh cinta, atau bisa juga dari fenomena alam, atau peristiwa yang pernah kita alami.

Banyak cara kita untuk mengungkapkan isi hati atau perasaan bahagia ketika sedang jatuh cinta.

Bisa dengan langsung mengungkapkannya atau salah satu caranya dengan merangkai kata menjadi kalimat yang membentuk satu atau beberapa bait sehingga tercipta sebuah karya dalam bentuk puisi.

Baca Juga: Kumpulan Puisi Untuk Guru

Nah, di bawah ini ada beberapa puisi cinta untuk seseorang yang disukai atau dicintai yang bisa dijadikan sebagai inspirasi.

Puisi Jatuh cinta

gambar hati

gambar via titikdua.com

Aku, Cinta, dan Dirimu

~Ruhama, 2017~

Ada kata yang tak bisa kuucapkan, meski hati ingin sekali melakukannya
Ada rasa yang tidak bisa kusampaikan
Meski debaran itu selalu bergelora di dada ingin disampaikan
Kata itu adalah “Aku selalu rindu saat-saat bersamamu”
Rasa itu adalah “Aku nyaman bersamamu”
Ingin sekali aku mengatakan semua itu
Tapi setiap bertemu denganmu, entah mengapa lidahku terasa kelu
Aku adalah bahu, yang selalu siap menerima rebahan kepalamu
Aku adalah pelukan, tempatmu mendapatkan rasa nyaman dari penat hatimu
Aku adalah sayapmu
Ketika kau ingin pergi menjauh dari semua beban yang menghampirimu
Aku adalah cinta yang tak kau sadari
Melupakanmu, aku tak ingin
Namun untuk selalu mengingatmu, aku juga enggan
Ketika kutanya hatiku, “Apakah ingin kembali ke hatimu?”
Hatiku menjawab “Ya”


Baca Juga: 21+ Puisi Ibu Tersayang

Nada Rasa

~Ucu Daliansyah, 2018~

Nadamu selaras nada dalam rasa
Berirama,
dalam ruang hening dan hampa

Bergema,
namun tak terdengar nyata

Puisi Cinta Sedih

puisi cinta, surat cinta

gambar via indtimes

RINDU DALAM DIAM

~Ruhama, 2015~

Dihari ini…
Tak ada kata-kata indah yang bisa kurangkai
Atau pun hal istimewa yang mampuku urai
Hanya air mata sebagai saksi ceritaku
Hidupku serasa hampa
Setiap hari hanya berteman dengan rinai hujan
Hanya berteman dengan gemuruh rindu
Tanpa ada yang tahu semua ini
Tuhan… Kau yang tahu isi hatiku
Berikan jalan terbaik untukku
Aku sangat-sangat dirundung pilu
Rindu yang hanya dalam diam
Entah pada siapa rindu ini tertuju
Hanya air mata sebagai saksi ceritaku
Rindu dalam diam…
Apa makna semua itu?
Gejolak qalbu terus berteriak
Gemuruh jiwa membakar semangatku
Rindu ini… Terus memberontak
Entah pada siapa rindu ini tertuju
Rindu dalam diam
Hanya DIA yang tahu


Antara Tuhan, Aku dan Namamu

~Hendriady Ridki Ramdan, 2017~

Dari Sabtu yang abu, kau sisakan dingin yang semalam dengan kejam,
berupa rindu-rindu penuh dendam.

Entah bagaimana, kau menjelma menjadi ingatan yang berkelanjutan.
Ingatan yang kau hujam dengan rindu-rindu yang tak tahu waktu.
Sabtu semoga tak sesendu wajahmu waktu itu, penuh resah dalam erat pelukmu.
Kau, rahasia diantara diksi yang selalu aku gores disini.
Harapan yang selalu disemogakan diantara kedua tangan ditengadahkan.
Kerinduan yang selalu menjelma menjadi satu-satunya kau.
Kau, yang menghujamkan pandangan menjadi rasa yang tak terelakkan,
rindu yang tak terbantahkan.
Ada rahasia kecil diantara dua cangkir kopi yang kau sajikan.

Antara kepahitan saling diam, dan manis yang kau kenakan.
“aku mencintaimu” aku tak perlu bilang itu.
Itu rahasia pada seduhan kopi terakhir, juga pada selintas ingatan diambang pikir.
Kau lebih tahu dan lebih mahir, membuat rinduku tanpa akhir.
Ada rahasia dalam sujudku.

Antara Tuhan, aku dan namamu-

Puisi Cinta Pendek (Singkat)

puisi cinta

gambar via juraganesia.com

Perempuan Rahasia

~Satrya Aji Nugraha, 2017~

Di bawah awan abu bersama rintik rindu
Aku bersemayam di balik nestapa bisu
Aku takut kau pun begitu
Lewat sepi dan kepulan asap bernuansa sendu
Minggu ini aku sibuk menerjemahkan kita
Cemas yang tak terhingga perihal kata yang tak bisa diterka

Dibawah atap yang menyaksikan kita bersama
Aku bisa menatap mata cokelat yang kau miliki
Pelan-pelan aku masukkan matamu ke dadaku
Kupeluk erat, sungguh tak ingin ku melepasnya sedetikpun

Berawal ari beberapa ocehan-ocehan kesedihan pilu
Kini senja sering menemani kita
Berkeliling menuju asa
Berdansa di atas tawa
Bersama mengungkap rahasia
Bercerita siapa yang paling cinta

Kau adalah rahasia disetiap rasaku
Rahasia disetiap pagiku
Rahasia disetiap lamunanku
Rahasia dalam rahasia


Baca Juga: Puisi Pahlawan dan Kemerdekaan

Puisi Cinta Galau

puisi cinta

gambar via titikua.com

Dilema Hati

~Ruhama, 2015~

Kertas putih penuh coretan
Tinta hitam mulai menari-nari
Menoreh kisah dibalik cerita
Tetesan embun seakan mengerti
Jalan cinta memang begini
Terjatuh, bangkit lagi
Selalu ada kerikil-kerikil yang menghalangi
Kaki tersandung rapuhlah badan
Alunan takdir hidup mengiringi
Kegundahan hati yang tak tentu
Laksana guru tak punya murid
Laksana tanya tak ada jawaban

Aurora
Kau membentuk seperti pita
Mempunyai sayap bias pemancar warna
Kadang kau seperti tirai
Penutup dugaan dengan keindahan

Aku hanya bisa menikmati dengan tampak mata
Namun tak apa,
Tetaplah menjadi cahaya yang menyala-nyala
Aku akan mengagumimu untuk waktu yang lama


Di Rumahmu Tak Ada Tanda Seru

~Putri K. Wardani, 2018~

Aku pernah berkunjung ke rumahmu
Ada kipas using yang tergeletak di mejamu
Dan sebuah pot bunga kecil di ruangan itu

Teralis di pintu pagarmu bukanlah apa-apa
Di bandingkan suara matinya lampu malam itu
“Jam Malam, Jam Malam” mungkin itu maksud ayahmu

Sapaan keluargamu yang dingin di senja itu menyuarakan kriteria mereka
Aku,
Telah tertolak bahkan sebelum rumahmu berniat memasang pintu

Semua kursi dan meja yang menjelma kamarmu menyambutku ramah
“Silahkan datang lagi” Katanya
“Boleh lusa, atau tidak selamanya”
Kuharap bukan itu yang ada dibenaknya

Aku banyak menerka-nerka
Bagian mana kurangnya
Lalu
Sudikah tangan mereka menerimaku dengan lapang dada?

Puisi Cinta Pendek Menyentuh Hati

puisi cinta

gambar via tehgrblsa

Pergi Tanpa Janji

~Ruhama, 2015~

Seikhlas senja ku melepasmu
Tenggelam tergantikan malam
Tersayat bulan purnama yang terlihat indah
Tertusuk ribuan bintang di langit
Sesabar pagi aku menantimu
Sekejap digantikan siang
Terbakar sang surya
Terjatuh diantara embun pagi

Kau pergi tanpa janji akan kembali Satu Ragam

~Tesa Hadi Sentosa, 2018~

Aku hanya batu
Menunggu dalam sujud yang kekal
Aku hanya air
menantimu dalam ricik yang abadi
Sekuat apa cinta ranting kepada daun
Sebab gugur itu pasti
Tetap tanah berkuasa
Aku hanya angina
yang menghempaskanmu jatuh ke tanah
Aku hanya api
yang akan membakar semua kenangan:
indah bersama dirimu.

Puisi Cinta Islami

puisi cinta

gambar via hatma.com

Ziarah lah ke Jiwaku

~Hendriana, 2018~

Cobalah kau tawar aku ke orang tuaku
Kau beli lah aku dengan harga
serendah rendahnya seperti rencanamu
Kelabuilah mereka seperti kau mengelabuiku
Setelah itu kau jadikan aku budak

Dan aku
Laki-laki yang menjadi tahanan
Oleh kata-katanya sendiri

Puisi Gagal Moveon

gambar hati

Gamabr via moondoggiesmusic.com

Menunggu

~Anjar R. Ramdani, 2018~

Lewat selembar kertas kusam
Dan goresan tinta dalam pena
Kutorehkan senandung rindu
Untuk jiwa yang ku tunggu

Tersurat diberanda rumah
Dengan pikiran yang gundah
Dimalam terang bulan
Yang dulu atau yang baru


Lara Hati

~Ruhama, 2015~

Kini… Hanya sepi yang ku rasa
Hanya duka yang melanda
Entahlah… Apakah arti semua ini?
Hanya lara yang terasa menusuk qalbu

Sepi… Tidak ada angin menyapa
Tidak ada daun melambai…
Hanya rinai-rinai hujan yang selalu menemani
Ahhh… Ini hanya perasaanku semata
Padahal… Udara begitu ramah menyapaku

Lara hati…
Apa yang sedang bersemayam di hatiku?
Apa yang membuatku seperti ini?
Ahhh… Ini hanya perasaanku
Padahal… Udara begitu ramah menyapaku


DI DEPAN RUMAHMU

~Hilman AlFaruq, 2018~

di depan rumahmu
aku melihat gumpalan air mata
tuhan seolah bersabda
tunggu nanti di depan rumahku jua
bagaimana bisa aku melihatmu
dengan air mata
bagaimana bisa aku mengenangmu
sementara haram hukumnya meninggalkanmu
bagaimana bisa aku membayangkanmu
sementara tak kuasa aku melihatmu
kenapa di depan rumahmu
selalu ada air mata

Kumpulan Puisi Cinta Nurul Maria Sisilia

puisi cinta

gambar via youtube

Siapa Nurul Maria Sisilia? Nurul Maria Sisilia adalah seorang penyair yang dilahirkan di Bandung pada 04 Maret 1990. Tulisan beliau dapat dilihat di catatan-kamis.blogspot.com.

Baca Juga: 21+ Puisi Sahabat Tercinta

Puisi Cinta karya Maria Sisilia

Tatatpanmu adalah kelereng bergulir di remah-remah tawa

tanah gersang di kakiku,

dan golok ditanganmu

tatapan matamu adalah pertanda

langit hatiku kan runtuh

dengan segera


Kali ini kau sempurna menyerupa cahaya

meski terbit dari barat tenggelam dari timur.

wajahmu masih purnama

kukira


Tambur berbunyi

Ada nada merdu pada palu dan memantul pada tilam

Matahari di atas galigen menyiangi

Mimpi telah menjelma wangi pagi

Tuhan, ini simponi!


Kita tetap batu

meski antara kau dan aku

adalah tanpa sekat ruang dan waktu

bagimu aku bisu

sedang bagiku kau adalah kelu


Aku adalah layang layang yang mengangkasa

Meski kau adalah petir bagi benangku

Jika kau menemukan hatiku tepantul di serpih langit,

Kuyakinkan itu adalah keping namamu


Bersaing denganku

kutunjukan bagaimana langit telah ku daulat dan bumi telah kutaklukan

alam adalah kawan lama yang telah menyertaiku

dan kau adalah kekalah yang bisa ku pastikan!


Puisi Cinta Maria Sisilia Singkat

-Petak Umpet-

Aku sembunyi dari pandanganmu, hingga lelah kau mencariku

aku kembali pada masa sebelum kita saling mengenal

dan makin kembali pada masa kita lupa mengenal.

Bukan lupa, hanya segan

aku masih sembunyi, kali ini dibalik jarak terbentang dan ruang yang panjang.

Kau, masihkah mencariku?


Jalan hidup menelikung di ujung mendung

tak melulu lurus seperti sangkaku

embun menyudahi tetanya malam pada pagi

yang masih berbalut sunyi

gang-gang masih lenggang dan bayang-bayang mengambang

pada kubangan hujan

fajar melipat mimpi abu-abu menjadi warna biru


-Lancang-

sesekali kita meski bercengkrama dengan mati

supaya paham bagaimana mengangkup hidup

dengan lancang mendebat waktu

supaya tahu betapa kita saling memburu

dengan ancang mengakrabi duka supaya paham makna bahagia

dengan lancang mencintai tangis agar tahu harga tawa

kelancangan ini, semoga terampuni.


-Sepeda-

Hidup mesti kita kayuh dengan napas dan peluh

seperti besi pada jari-jari yang menggenapi perputaran jalan

Roda-roda bersiteguh pada laju dan waktu

Lalu di ujung jalan itu kita sandarkan ia pada teduh pohon jambu.


-Teduh Matamu-

Rindang

Dengan kesejukan yang kau sertakan di rindang daunmu

angin mengabulkan keteduhan menjadi kedamaian

alam berguman dan diam-diam menitip salam

sesuara berkidung

ah, rupanya dimatamu semua teduh berhimpun dan bersuara

sudikah kau izinkan segenap duka ini bersandar

mengirup napas hidup yang ranggas?


-Rumah-

Atap-atap rumah yang rapuh menjadi rusuk patah

saat dinding duka pecah menjadi doa

kaca jendela memantulkan bayang-bayang duka

di ruang tamu kita telah lama bercengkrama dengan air mata

persilahkan saja ia bernaung

lalu kita akan jadikan dia kidung langit yang mendung.


Puisi Cinta Romantis

Alif ba ta tsa

kehidupan dieja mengikuti telunjukmu

ditelapak tanganmu kucium aroma duka yang purna jadi samudera

digaris wajahmu kutemukan ilmu luka yang kau sempurna jadi madu

teruslah ajari aku.


Maaf aku takan pulang sebelum bumi dapat kupeluk dengan tanganku

sebelum laut telah kuselami dengan nafasku

sebelum yang berkesudahan menjelma keberakhiran

aku akan pulang dengan sebuah keyakinan bahwa harapanku sarat kemungkinan


Matamu dibingkai kaca seperti angkasa dibalik jendela

bintang berpendaran dan bulan berpijar

langit jutaan cahaya adalah matamu dibingkai kaca

serupa zamrud beribu warna


Malam belum purna jadi purnama

kau menjelma gemawan hujan dan sesuara lindap di dinding kaca

kau menjelma mimpi yang tertinggal di atas bantal

pagi nanti, mampu berdir dengan dengan separuh kaki tertanam dalam jejakmu.


Hubungi aku jika sajakmu telah purna dalam nyanyian

Kuhadiahi seikat benang yang tersambung dengan dua buah kaleng mainan

di ujung sana, ujarkan bahwa kau akan terus menulis sajak tentang kehidupan.


Puisi Cinta Sejati

Lara, Tuhan menitipkan kantung air mata itu di sudut bola matamu

sewaktu-waktu ia akan membanjir di pipi mu

menenggelamkan raut wajahmu

jika saat itu tiba, ijinkan aku jadi alir

yang menuntunnya kehilir

ke muara, ke samudera.


Langit menelan kenangannya kala hari berubah kelam

kehilangan yang berulang pada banyak malam

kisahnya telah benar-benar tenggelam

dan pagi selalu melahirkan cerita baru yang tak  ia kenal


Leo

Kau adalah tanda tanya yang enggan menjadi jawaban

sedangkan rahasia adalah kotak pandora

tanpa kunci yang kau berikan

duka ini adalah pohon hitam di pohon tumbang,

di sebuah hutan yang rimba tanpa sesiapa didalamnya.


Kau adalah ketiadaanku yang purna dipuncaknya

pun keberadaanku yang kentara di dasarnya


Aku peduli padamu dengan segenap kata yang beku di ujung lidahku,

dengan diam yang dalam dan hening hening yang cekam

Betapapun adalah rasa yang tak terkata jadi rupa-rupa tanda bahasa

Namun akan mudah kau terka dikala purnama

Aku peduli pada hatimu, sungguh.


Puisi Cinta Sedih

Aku nguap jadi gerimis

padahal aku baru punya kata-kata yang hendak diujar ya, ya…

Memang seharusnya debu dan kau meleburku

Aku tanah dan kau basah yang memecahku

Aku pamit menjadi wangi hujan


Mari berbagi mimpi dengan sedikit rasa pagi

Aku temukan matahari mengembang ditepi telaga

lalu kau usik bayangannya dengan ujung ranting pepohononan

Matahari berpijar dan kita pun saling kejar

Kau berhenti padda puncak bukit itu; matahari telah benam pada ujung mataku

Mari kita pulang!

Mungkin ibumu kini tengah mencarimu,

lalu menyuguhimu dengan pujian ranking satu.

Puisi Cinta “Shella Tria Lestari”

autumn leaves

gambar via storial.co

Berikut ini adalah kumpulan puisi cinta karya Shella Tria Lestari dari kumpulan tulisannya di Wattpad dan storial dengan judul Autumns Leaves.

Aku Diam, Kamu Diam

Aku diam

Kamu diam

Kita terjebak dalam diam

Diammu menjawab semua resahku

Diamku menjadi sebuah kutukan

Jika diam menjadi melodi yang indah

Mungkin rindu ini akan mengalun dan menyentuh nada-nada rasa

Jika diam menjadi malapetaka

Maka kamu akan sadar

Akupun Sadar

Kita Berakhir tanpa sadar


Aku diam

Kamu diam

Mulutku terkunci, seperti tak mengenal kata

Hanya hembuasan nafas yang ku dengar

Padahal rindu ini terus menggebu

Riuh tak tentu

Tapi mengutarakannya menjadi takut dan ragu

Jika diam menjadi derita dan duka

Haruskah kita pergi bersama?

Merangkai kata menjadi sebuah makna

Lalu tawa sebagai penghias luka


Untuk melihat puisi Shela Tria Lestari lebih banyak, kalin dapat membacanya di storial.co (lihat disini)

Nah, itulah tadi beberapa contoh puisi tentang cinta. Kamu bisa mengasah imajinasimu untuk membuat puisi yang lebih indah ketika sedang jatuh cinta dengan seseorang. Semoga bisa menginspirasi.

Show Comments

No Responses Yet

    Leave a Reply