Pencemaran Tanah [Polusi Tanah] | Penyebab, Dampak & Contoh

Pencemaran Tanah – Tanah merupakan bagian kerak bumi yang tersusun oleh bahan organik dan mineral. Peran tanah di bumi ini sangat vital bagi semua kehidupan di bumi, karena tanah sangat mendukung kehidupan. Tanah yang dapat menyediakan air, hara sekaligus mampu menjadi penopang akar bagi tumbuhan.

Oleh karena itu, penting sekali bagi kita untuk mengetahui hal-hal apa saja yang menjadi faktor penyebab pencemaran tanah, dampak dari pencerahan tanah, agar kemudian kita dapat menghindari kerusakan agar tidak semakin parah dan menanggulanginya dengan menerapkan beberapa solusi menghindari pencemaran tanah.

Artikel Terkait :

Pengertian Pencemaran Tanah

polusi tanah

gambar via sahabatnesia.com

Pencemaran tanah merupakan adanya bahan kimia beracun berkonsentrasi tinggi di dalam tanah sehingga menimbulkan dampak gangguan kesehatan manusia ataupun ekosistem.

Bahan kimia beracun dapat berupa polutan atau kontaminan yang biasa disebut dengan polusi tanah. Polusi tanah masih dikatakan terjadi apabila tingkat kontaminan di tanah melebihi tingkat yang seharusnya ada secara alami.

Penyebab Pencemaran Tanah

penemran tanah

gambar via thegorbalsla.com

Pencemaran tanah ini disebabkan oleh dua sumber, yaitu pencemaran yang disebabkan oleh buatan manusia atau antropogenik dan pencemaran yang disebabkan secara alami.

a. Polutan yang disebabkan oleh manusia.

Kontaminan buatan manusia menjadi faktor utama penyebab polusi tanah. Berbagai macam kontaminan (bahan kimia) baik organik ataupun anorganik yang dapat diciptakan manusia tanpa disadari atau yang disadari.

Polusi tanah akibat manusia ini kebanyakan berasal dari pembuangan limbah industri dan pestisida pertanian.

b. Polutan secara alami

Polutan secara alami yaitu proses alami yang dapat menyebabkan akumulasi bahan kimia di dalam tanah. Jenis kontaminasi ini sejenis akumulasi yang murni terjadi karena proses alami di lingkungan gersang.

Kasus seperti ini terjadi di Gurun Atamaca di Cile yang disebabkan akumulasi tingkat perklorat lebih tinggi.

Macam-Macam Polutan

kebakaran hutan

gambar via agroindustri.id

Aktivitas manusia yang mencemari tanah berasal dari praktik pertanian yang menggunakan pestisida, bisa pula berupa emisi radioaktif atau zat beracun.

a. Agen biologi

Agen biologis ini mengenalkan pupuk kandang atau kompos dan bekerja di dalam tanah. Pupuk kandang, pupuk kompos itu sendiri berasal darikotoran makhluk hidup (manusia, burung, hewan) yang diolah dan dimasukan dalam tanah.

b. Limbah industry

Tekstil, obat-obatan, kaca, baja, semen, minyak bumi, dan pestisida yang dihasilkan oleh pabrik gula, industry minyak bumi, kilang minyak merupakan polutan yang sangat berpengaruh terhadap polusi tanah.

c. Limbah perkotaan

Limbah dari hasil rumah tangga dan komersial juga mendominasi terjadinya polusi tanah dan lingkungan.

d. Pola radioaktif

Zat radioaktif juga dapat menyusup ke dalam tanah dan akan menimbulkan efek beracun. Zat radioaktif berupa nitrogen, thorium, radium, dan zat-zat lainnya.

Contoh Pencemaran Tanah

pencemran tanah

gambar via kumparan.com

Banyak sekali macam polutan yang memengaruhi pencemaran tanah, berikut ini beberapa contoh polutan secara umum yang sering ditemukan.

a. Merkuri (HG)

Merkuri ini sangat berbahaya, sumber polutan yang menghasilakan merkuri ini berasal dari pertambangan dan pembakaran batubara, limbah medis, pengolahan logam dan alkali, serta akumulasi pada sayur-sayuran yang ditanam di tanah yang sudah tercemar.

b. Tembaga (CU)

Sumber potensial penghasil tembaga ini berupa kegiatan konstruksi, sektor pertambangan dan kegiatan pengecoran.

c. Arsenic (AS)

Zat kimia yang satu ini bersumber dari pertambangan, fasilitas kayu, industry elektronik, pertanian, pemangkit listrik berbahan batubara, dan akumulasi alam.

d. Nikel (NI)

Nikel berpotensial berasal dari sector pertambangan, pengecoran, kegiatan kontruksi. Begitu pun dengan zat kimia seng (ZN)

e. Lead (PB)

Zat kimia lead ini berpotensial dari cat timbal, asap knalpot kendaraan, pertanian, pertambangan, dan kegiatan kontruksi.

f. PAHS (HIDROKARBON POLIAROMATIK)

Sumber potensial penghasilnya berupa asap rokok, kebakaran hutan dan kayu, pembakaran batubara, emisi kendaraan, tanaman yang ditanam di tanah yang sudah tercemar.

g. Heribisida/Insektisida

Zat kimia ini dihasilkan dari kegiatan pertanian dan perkebunan.

Meskipun demikian, semua tanah yang tercemar atau tidak tercemar, mengandung berbagai senyawa yang alami. Kontaminan yang berupa logam, ion anorganik, garam berupa fosfat, nitrat, sulfat, dan karbonat.

Senyawa lainnya berupa organic seperti protein, lipid, asam lemak, alcohol, dan sebagainya. Senyawa alami ini terbentuk dari aktivitas mikroba tanah dan dekomposisi organisme seperti hewan dan tumbuhan.

Dampak Pencemaran Tanah

pencemaran tanah

gambar via hipwee.com

Dampak dari pencemaran tanah ini sangat beragam, yang paling umum yaitu masalah kesehatan. Berdasarkan usia, biasanya anak-anak akan lebih rentan terkena kontaminan karena pada usianya yang masih belia cenderung suka bermain di lapangan, yang pasti berhubungan langsung dengan tanah.

Selain itu daya tahan tubuh anak-anak juga masih rendah terhadap penyakit. Dampak polusi tanah ini tidak hanya menyerang manusia, tetapi juga akan merusak ekosistem secara keseluruhan. Berikut penyakit yang disebabkan oleh polusi tanah.

a. Penyakit Jangka Pendek

Penyakit jangka pendek yang disebabkan oleh ppolusi tanah dapat berupa sakit kepala, ruam kulit, iritasi mata, batuk dan masalah paru-paru, mual hingga muntah, sakit dada dan mudah lelah.

b. Penyakit Jangka Panjang

  • Penyakit yang disebabkan makanan yang terkontaminasi polusi tanhan paling umum yaitu
  • Kanker dan leukemia, hal ini disebabkan oleh kontak langsung dengan tanah yang sudah terkontaminasi oleh bahan kimia seperti bensin dan benzene.
  • Ginjal dan kerusakan hati yang disebabkan oleh zat merkuri (Hg)
  • Kerusakan sistem syaraf, hal utama yang menyebabkan ini terjadi yaitu adanya timbal (Pb) di tanah. Seringnya akan memengaruhi anak-anak.
  • Penyumbatan neuromuscular dan depresi pada sistem syaraf pusat.

Selain berdampak pada kesehatan, polusi tanah juga berdampak pada lingkungan, yaitu

a. Berkurangnya Tingkat Kesuburan Tanah

Ini merupakan salah satu dampak yang bisa langsung dirasakan manusia. Tanah yang tercemar menyebabkan banyak mikroorganisme penyubur tanah yang mati. Hal ini akan memengaruhi tingkat kesuburan yang berkurang dan memengaruhi produktivitasnya.

b. Merusak Pemandangan

Tanah yang tercemar akan menyebabkan bau yang tidak sedap dan pemandangan yang tidak enak dipandang mata, tentunya hal ini akan membuat ketidaknyamanan penduduk yang bermukim di lingkungan tersebut.

keindahan lingkungan tidak hanya soal apa yang dapat dilihat oleh kasat mata, tetapi juga tentang udara yang kita hirup kemudian dapat mengganggu pernafasan.

c. Mengganggu Keseimbangan Ekosistem

Proses rantai makanan yang terputus akibat keracunan makanan karena polusi tanah akan mengakibatkan perubahan ekosistem.

Perubahan ekosistem yang kecil akan menimbulkan efek yang sangat besar, hal ini harus diperhitungkan karena berdampak jangka panjang. Polusi tanah harus segera diatasi.

Solusi Polusi atau Pencemaran Tanah

menanam pohon

gambar via informazone.com

Selain beberapa hal di atas yang menyebabkan polusi tanah, berbagai senyawa juga dapat masuk ke dalam tanah dari atmosfer, misalnya dengan air hujan, angina atau jenis gangguan tanah lainnya.

Akan tetapi polusi tanah tersebut dapat kita atasi dengan menerapkan hal-hal yang positif. Berikut beberapa hal yang dapat Anda terapkan di lingkungan sehari-hari untuk mengurangi pencemaran tanah.

  • Sosialisasikan atau sebarkan informasi konsep Reduce, Recycle, dan Reuse.
  • Beli produk yang dapat terurai secara alami di tanah
  • Buat tempat pembuangan sampah jauh dari rumah
  • Buanglah sampah pada tempat sampah, jangan biasakan membuang sampah sembarangan
  • Mulailah berkebun organic dan makan makanan organic yang ditanam tanpa menggunakan pestisida.
  • Kurangi kebiasaan membeli barang kemasan, karena bekas kemasannya akan berakhir di tempat pembuangan akhir
  • Kurangi penggunaan pupuk kimia dan pestisida dalam kegiatan perkebunan dan pertanian.

Demikian artikel mengenai pencemaran tanah, semoga bermanfaat. Mari mulai dari hal-hal yang kecil. Melakukan segala usaha dan upaya untuk tetap menjaga lingkungan dan menyelamatkan bumi dari polusi tanah yang sangat berbahaya.

Show Comments

No Responses Yet

    Leave a Reply