Pengalaman Membaca Buku, Dari Tidak Suka Hingga Jatuh Hati

Membaca Buku – Hai sahabat, kali ini saya ingin berbagi pengalaman mengenai buku bacaan. Kata orang, saya ini suka membaca. Padahal sampai sekarang merasa belum bisa istiqomah untuk tetap membaca setiap hari.

Banyak pakar dan akademisi yang menyebutkan bahwa membaca dapat mendatangkan segudang manfaat. Apa saja sih manfaatnya? Nanti saya akan bahas kalo sempat.

Khusus untuk postingan kali ini, saya hanya ingin berbagi pengalaman serta proses sampai saya begitu suka membaca. Jangan pikir saya sudah suka membaca sejak lahir, waktu duduk di bangku SMA begitu tidak suka dengan buku, sampai kalo meminjam buku dari perpustakaan tidak pernah tamat.

Ceritanya dimulai dari sini, simak yu.

Perempuan Di Belakang Kelas

membaca buku

pexel.com

Saya ingin memperkenalkan seseorang yang telah banyak menginspirasi masalah baca membaca, sebut saja Vi namanya. Temen sekelas sewaktu SMA yang hobi bacanya tidak wajar.

Mengapa disebut tidak wajar? Kerena hampir disetiap kesempatan selalu membawa buku kemanapun ia pergi.

Ia merupakan tipe manusia yang tak bermodal, semua buku bacaannya didapat dari perpustakaan sekolah. Dalam waktu seminggu bisa menghabiskan tiga buku bacaan.

Jenis buku yang paling ia senangi adalah novel, bukan hanya manusia tak bermodal, ia juga termasuk manusia yang ekspresif. Jika sedang membaca, seringkali ketawa, senyum – senyum sendiri bahkan sampai nangis.

Waktu itu, saya mulai penasaran dengan manusia satu ini, ditambah ia merupakan teman sebangku. Saya masih ingat jelas, sewaktu pelajaran matematika ia tidak ada di bangku, pas saya nengok ke belakang ternyata sedang asik membaca di meja paling belakang, sambil cekikikan.

Tidak lama kemudian, guru matematika kami menegur, dengan seketika muka si Vi berubah menjadi tegang. Laki – laki dalam hati saya langsung mendadak riang gembira.

Pukul setengah sebelas disela – sela istirahat, saya tanyakan buku apa yang ia baca saat mata pelajaran matematika berlangsung, sebenernya hanya basa – basi. Kemudian ia menceritkan panjang lebar, jujur saya tidak tertarik dengan ceritanya, hanya untuk membuat ia senang saja.

Anehnya, judul buku itu terus menempel di ingatan sampai pulang sekolah. Esok harinya aku berniat untuk meminjam buku tersebut. Tapi sayang bukunya sudah kembali ke perpustakaan sekolah.

Perpustakaan Sekolah

membaca buku

pexel.com

Perpustakaan sekolah kami begitu nyaman, bisa memberikan ketenangan dengan hadirnya wifi yang cepat. Tempat persembunyian sewaktu duduk di kelas satu.

Setelah kelas satu berlalu, saya tidak pernah lagi datang ke perpustakaan. Ada buku yang pernah dibaca dari perpustakaan dengan judul “Puzzle“. Sebuah novel yang berkisah tentang pembunuhan. Akan tetapi sampai sekarang tidak pernah tahu ujung ceritanya seperti apa.

Kelas tiga, saya tidak pernah datang ke perpustakaan. Sedang untuk meminjan buku, tentu harus memiliki kartu anggota.

Tentunya sebuah keajaiban ketika saya kembali ke perpustakaan, penasaran saja dengan buku yang di baca Vi, sampai cekikin sendiri di bangku belakang. Di perpustakaan buku itu tak pernah saya temukan.

Buku Bekas

membaca buku

pexel.com

Kota saya tidak memiliki toko buku yang besar, ditambah jika harus membeli buku baru, tentu akan sedikit menguras kantong. Uang saku buat beli cireng didepan sekolah akan berkurang, hal ini pastinya tidak pernah diharapkan.

Pemikiran sewaktu menjadi anak SMA lebih memikirkan yang sifatnya senang saja, tidak pernah rasanya memikirkan bacaan.

Saya seringkali mengantar ibu pergi ke pasar untuk berbelanja. Tidak sengaja saat di pasar menemukan tumpukan buku bekas yang dijual. Sementara ibu berbelanja, saya mencari buku yang dibca Vi di kelas.

Ternyata buku tersebut tidak ada.

Tapi tidak di sangka saat mulai lupa dengan buku bacaan Vi, dua minggu kemudian di tempat yang sama, saya temukan buku bacaan Vi.

Mulai Membaca Buku

membaca buku

pexel.com

Kehadiran buku “Pocong Juga Pocoong” membuat saya tenggelam dengannya. Game yang tadinya dijadikan kegiatan favorite disela – sela waktu kosong, lambat laun mulai saya tinggalkan. Bukan dramatis, nyatanya buku yang tidak faedah tersebut membuat hidup saya berubah.

Bab demi bab tidak terasa begitu mudah diselesaikan, selesai dengan cepat, seakan telah lama menjadi kutu buku. Padahal waktu itu, belum merasa menjadi kutu buku, baru merasa menjadi kutu kupret.

Akhirnya si “pocong” telah selesai saya bereskan. Perasaan bangga memenuhi dada, semenjak lahir baru kali itu menamatkan bacaan. Padahal buku yang dibaca hanya 150 halaman, tapi tetap merasa bangga.

Semenjak itu, Saya berjanji pada diri sendiri akan mencari dan menyelesaikan buku bacaan lainnya.

Kuliah Umum

membaca buku

pexel.com

Rasanya merasa beruntung, pernah bersentuhan dengan buku. Tidak menyangka sama sekali akan suka membaca. buku yang dibaca selama SMA menjadi modal berharga ketika memasuki dunia kampus.

Tidak semua manusia yang masuk kampus, benar – benar menginginkan ilmu, kalau gelar sudah barang tentu yang mereka inginkan. Bisa jadi saya seperti itu juga.

Memasuki dunia kampus, artinya memasuki kehidupan dunia baru. Tidak lagi seperti SMA semua terkesan tertata rapi. Sedang kampus memberikan keleluasaan dengan dalih “Mahasiswa itu sudah besar”.

Padahal pada nyatanya, banyak mahasiswa yang tidak bisa mengatur diri sendiri, serba keteteran dalam melakukan segala hal. Bahkan  lebih parah, mereka tidak menyadari sedang menuntut ilmu, tanpa arah dan tujuan.

Apapun jika tidak memiliki arah dan tujuan, bisa saja menabrak. Bahkan, ketika salah arah tidak akan menyadarinya.

Hal yang paling berkesan saat pertama kali memasuki dunia kampus adalah wejangan dari seorang Professor.

Dalam kuliahnya umumnya beliau berkata, “Setiap orang sukses itu suka membaca buku, sebutkan orang sukses yang tidak pernah membaca”.

Tambahnya lagi “Anda wajib membaca minimal 88 hal per hari jika ingin sukses”.

Saya cukup terkesan dengan perkataan beliau. Sampai sekarang, ketika merasa enggan untuk membaca, saya berusaha mengingat perkataan beliau. Bisa jadi, teman – teman seangkatan sudah lupa dengan perkataan beliau, tapi tidak dengan saya.

Toko Buku

membca buku

pexel.com

Ruang kelas selalu memberi rasa kecewa, mereka yang mendapatkan penghargaan bukanlah mereka yang jelas – jelas berusaha sepenuh hati. Tapi mereka yang memberikan penghargaan terbaik kepada sang pengajar. Muak rasanya waktu itu, sebagian besar dari kami merasa gundah ketika dosen menggoreskan tinta di kertas yang tidak sesuai dengan harapan.

Paling tidak buku bisa menjadi penawar, saat kelas mengecewakan.

Terlebih kota itu menawarkan buku yang menakjubkan. Hampir di setiap bulan, saya sisihkan uang jajan untuk membeli buku.

Bahkan tidak jarang saya tidak memiliki uang jajan. Sebab habis untuk membeli buku.

Tebal Tapi Asik

membaca buku

pexel.com

Banyak buku yang menakjubkan yang pernah saya baca. Misal, buku yang sangat terkenal tentang petualang seorang detective yang menyelesaikan setiap kasus tanpa masuk akal, yaitu “Serelock Holmes”.

Sebuah kisah yang mengajak kita untuk berfikir secara kreatif dan mendalam dalam setiap menyelesaikan masalah.

Buku yang begitu tebal. Akan tetapi, saya rasa ketebalan bukunya kalah dengan jalan cerita yang begitu asik dan menakjubkan.

Mungkin saja di awal akan terasa berat saat membiasakan untuk membaca, tapi percayalah lambat laun setelah itu akan menjadi sebuah kebutuhan.

Buku Favorite

membaca buku

pexel.com

Saya ingin bercerita mengenai buku yang menjadi favorite. Buku – buku yang menjadi bacaan setiap hari, yang dibaca lebih dari satu kali.

Semenjak jatuh hati dengan buku, banyak perubahan yang terjadi. ini bukan kata saya, tapi kata mereka orang – orang terdekat, termasuk ibu.

Di bawah ini merupakan buku – buku favorite saya.

Never Give Up

Never give up merupakan buku yang sangat enak untuk dibaca. Buku yang ditulis oleh Mbak Eli Mulyadi ini, pada tiap babnya memberikan motivasi yang luar biasa. Jika sahabat membaca buku ini, sahabat dipastikan akan terus bersemangat dalam menjalani hidup.

Ada bagian yang terus saya ingat sampai sekarang, ialah betapa pentingnya menjadi orang tuli alias tutup telinga.

Dikisahkan ada sekumpulan katak yang melakukan lomba memanjat bambu. Ternyata katak yang berhasil menjadi juara adalah katak yang tuli, tidak mendengarkan sekitar.

Dalam kehidupan tentu, ketika kita memiliki cita – cita akan datang banyak tanggapan dari luar. Maka sebaiknya kita menjadi orang yang tuli dan jangan menghiraukan mereka.

Dwilogi Padang Bulan

Dwilogi padang bulan terdiri dari cinta dalam gelas dan padang bulan. Buku ini mengisahkan sebuah kehidupan desa.

Buku karya Andrea Hirata ini akan membuat anda mabuk kepayang.

Tetralogi Laskar Pelangi

Saya memang sangat suka dengan buku – buku karya bang Andrea, termasuk tetralogi laskar pelangi.

Buku pertama dari tetralogi laskar pelangi ialah laskar pelangi, buku yang cukup terkenal dan booming, bukan itu saja, buku ini berhasil di film kan dengan apik. maka tidaklah heran jika mendapatkan banyak penghargaan, baik di dalam negeri maupun diuar negeri.

Sang pemimpi, merupakan series kedua, melanjutkan kisah dari laskar pelangi.

Petualangan Aray dan Ikal selama menjalani SMA, sampai bisa kuliah di Universitas Indonesia.

Sedangkan untuk Edensor, becerita ketika Aray dan Ikal sedang menjalani kuliah pasca sarjana di Sourbone University, Paris, Prancis. Diceritakan selaman ke beradaannya di eropa, mereka berpetualang menjelajah dua benua, erofa dan afrika.

Series terakhir dari tetralogi laskar pelangi adalah maryamah karvop, saya sempet punya bukunya, akan tetapi di pinjem seorang teman dan tidak kembali lagi.

Ibuk

Ibuk, salah satu buku yang ditulis oleh penulis favorite saya, Iwan setiawan. Ibuk bekiisah tentang perjuangan seorang ibu yang memperjuangkan mimpi anak – anaknya.

Buku ini sangat bagus sekali, apalagi untuk anda yang sedang sekolah, Insha Allah akan mendongkrak semangat.

9 Summers 10 Autmns

Masih karyanya mas Iwan Setiawan. Jika ibu bercerita tentang seorang ibu dalam mewujudkan mimpi – miimpi anaknya.

Kalau 9 summers 10 autmns berkisah perjalanan hidup Bayek, yang tak lain adalah mas Iwan Setiwan sendiri selama menjalani kuliah di IPB sampai menjadi seorang direktur di Amerika.

Sejujurnya, saya masih memiliki banyak buku yang dianggap favorite, tetapi saya rasa ini juga cukup. Semoga cerita yang sedikit ini bisa membuat anda yang tidak suka baca, sadar bahwa membaca adalah sesuatu yang penting. Sedangkan untuk yang sudah senang membaca bisa menularkan kebiasaan membacanya kepada orang lain. Semoga bermanfaat.

 

Show Comments

No Responses Yet

    Leave a Reply