kata bijak bahasa jawa

Kumpulan Kata-Kata Bijak Bahasa Jawa, Dilengkapi Gambar!

Kata Bijak Bahasa Jawa – Kata bijak atau kata mutiara merupakan sebuah kata-kata yang sayarat akan makna, siapa sangka seseorang dapat berubah dengan hanya sebuah kata.

Maka pantaslah orang-orang bijak mengatakan “lidah lebih tajam dari pada pedang”, tergantung si empunya menggunakan untuk apa, untuk kebaikankah atau untuk menyakiti dan menghancurkan sesama.

Orang yang dapat menjaga perkataan niscaya akan selamat (Semoga kita diberi kemampuan menjaga kata-kata)

Jauh sebelum jaman modern, suku jawa terkenal dengan filosofi hidupupnya, yaitu bagaimana masyaraktnya dapat menjaga, mengatur serta menyelaraskan antara perkataan dan perbuatan.

Tentu hal-hal tersebut dapat kita pelajari di masa sekarang, meski nenek moyang suku jawa telah lama pergi meninggalkan dunia, namun perkataan dan kata-kata bijak mereka masih terus hidup. Sebagai informasi, bahasa jawa merupakan bahasa yang paling banyak digunakan di Indonesia.(bisa baca selengkapnya disini)

Baca Juga : Teks Pidato Bahasa Jawa

Kata Mutiara Jawa

kata bijak bahasa jawa, gambar kata bijak bahasa jawa

kata-kata bijak bahasa jawa

Kata mutiara hanyalah sebuah sebutan bagi kata-kata yang memiliki makna mendalam, dan berpengaruh bagi kehidupan atau sekelompok orang.

Sehingga kata-kata tersebut tetap terabadikan dan di ingat banyak orang, serta menjadi pencerah untuk orang-orang tertentu.

Sebenarnya kata-kata mutiara tidak harus keluar dari orang yang berpendidikan dan memiliki ilmu tinggi, hanya saja pada umumnya kata-kata mutiara ini memang keluar dari manusia atau orang yang dianggap lebih dari pada yang lainnya, terutama dari segi kapasitas berfikir.

Kata Bijak Bahasa Jawa

kata bijak bahasa jawa, kata mutiara bahasa jawa

kata bijak bahasa jawa

Lalu apa bedanya dengan kata mutiara? Kata mutiara dan kata bijak memang sama, yaitu kata-kata yang memiliki pengaruh serta memiliki makna yang mendalam, dan biasanya tentang kehidupan.

Mengapa disebut kata-kata bijak? Sebab kata-katanya dapat memberikan pencerahan untuk sebagian orang, serta dianggap membantu oleh orang tertentu.

Bijak atau dalam bahasa inggris wise merupakan sebuah kata sifat, dimana sifat ini menempel pada seseorang yang memiliki kapasitas tersebut.

Baca Juga: Bahasa Daerah di Indonesia

Jika dirunut kata bijak ini erat kaitannya dengan bijaksana, yaitu sebuah sifat teliti, cermat dan penuh pertimbangan dalam memutuskan segala hal.

Barangkali inilah mengapa kata-kata bijak atau kata mutiara disebut demikian, mungkin bisa jadi memang kata-kata tersebut keluar atau bersumber dari orang bijaksana, atau mungkin bisa juga kata-kata tersebut memang mewakili seseorang yang bijaksana.

Tentu di dalam artikel ini saya ingin memberikan pemaparan tentang kata-kata bijak atau anak jaman sekarang menyebutnya kata mutiara dengan pembahasan yang mendetail.

Kebetulan untuk saat ini kata-kata bijak yang dibahas dalam bahasa jawa, sehingga membutuhkan pengartian.

Satu lagi supaya kalian tidak bosen dalam menikmati setiap kata-kata bijak, maka saya memberikan tambahan berupa gambar.

Kata Bijak Bahasa Jawa Kuno

kata bijak bahasa jawa

kata bijak bahasa jawa kuno

Adakah perbedaan antara bahasa jawa kuno dengan bahasa jawa yang digunakan saat ini? Pastinya saya juga kurang tahu, karena saya sendiri bukan asli suku jawa, hanya sesorang yang begitu kagum dengan peradaban jawa, dan kebetulan saat ini tinggal di daerah Jawa Timur.

Akan tetapai menurut saya sendiri, bahasa jawa kuno memang berbeda dengan bahasa jawa yang digunakan saat ini, mengapa bisa menyimpulkan seperti itu?

Bukan tanpa alasan, sebab beberapa waktu lalu, saya sempet bertanya arti dari kata-kata bijak bahasa jawa kepada seorang teman asli jawa, dan ia tidak bisa mengartikannya.

Dengan gampangnya ia berkata “Aku gak ngerti, ini bahasa jawa kuno”.

Sehingga saya simpulkan memang bener begitu.

Hal serupa pun terjadi di suku sunda dimana banyak orang sunda yang sudah tidak paham dan tau dengan bahasa-bahasa sunda jaman dulu.

Artinya semakin sini, budaya kita semakin tergerus oleh budaya lain, terutama barat.

Maka dari itu saya mencoba memperkenalkan kata bijak dalam bahasa jawa kuno, sekaligus sebagai pengingat bahwa kita memiliki peradaban yang tinggi.

Kata-kata bijak ini ada bukan tanpa alasan, yaitu sebagai pengingat anak cucu serta generasi mendatang.

Tuhan Tidak Pernah Tidur

Gusti Allah mboten sare

Perkataan bijak ini mengajarkan kepada kita, bahwa Allah tidak pernah tidur. Untuk itu dimanapun kita berada pasti akan merasa diawasi oleh-Nya.

Tentu kata bijak tersebut sebagai pengingat bagi manusia dan orang jawa, supaya dapat memperhatikan lagi hidup, setiap langkah kaki digunakan untuk apa

Gusti Allah mboten sare artinya Allah tidak pernah tidur.

Kacang Lupa Kulit

Ojo dadi kacang kang lali karo kulite

Janganlah menjadi orang yang lupa atas jasa-jasa orang lain. Dalam bahasa Indonesia sendiri terdapat kata-kata bijak yang serupa yaitu “Jangan seperti kacang yang lupa kulitnya”.

Tentu hal ini menjadi sebuah pengingat bagi kita bahwa sekecil apapun jasa orang lain harus tetap kita ingat dan hargai, apalagi jika besar.

Meninggal

Dudu sanak, dudu kadang, yen mati melu kalangan

Bukan keluarga, bukan saudara, jika meninggal ikut kehilangan. Seseorang akan merasa kehilangan jika kita memiliki peringai yang baik dan bagus kepada sesama.

Yuk menjadi manusia lebih baik lagi, sebelum ajal menjemput. Sebab kita tidak tahu kapan akan pulang dang menghadap-Nya

Ingin Terlihat Pandai

durung punjul wes kesusu kaselak jujul kasesalan hawa cupet kapepetan pamrih, tangeh nedya anggambuh maring hyang wisesa.

(belum cukup kemampuan sudah ingin cepat terlihat pandai, terdorong hawa nafsu menjadikan sempit pemikiran, dengan seperti itu tidak mungkin bertemu dengan sang pencipta)

Jika berusa menjadi lebih pandai tentu sangat baik sekali, yang salah itu ketika hanya ingin terlihat pandai di depan orang lain, padahal kemampuan yang dimiliki tidak sesuai.

Kemudian jangan sampai terdorong oleh hawa nafsu, sebab jika terus mengikuti hawa nafsu bisa jadi kita terjelembab didalam kehinaan.

Kesempurnaan Hidup

golek sempurnananing urip lahir batin dan kusumpurnaning pati.

(mencari kesempurnaan hidup di dunia dan akhirat,kita mempunyai tanggung jawab atas kehidupan sendiri,baik dunia dan akhirat)

Sebagai manusia yang beragama kita memiliki tanggung jawab. Sebisa mungkin mencari kebahagian di dunia serta di akhirat.

Sebab apalah gunanya jika hanya mendapatkan kebahagian di dunia saja, sedang di akhirat celaka.

Semoga saja kita termasuk kedalam orang yang beruntung.

Kepasrahan

adhang-adhang tetese embun,pasrah peparing marang gusti.

(Selah berusaha, pasrah dengan kehendak Allah yang menentukan)

Pasrah adalah bagian terpenting dalam melakukan segala hal. Setelah berusaha semaksimal mungkin, hal selanjutnya yaitu memasrahkannya kepada sang pencipta.

Sebab alam semesta ini hanya miliknya, sebagai manusia kita tidak memiliki apa-apa.

Kata Mutiara Bahasa Jawa Kromo

kata bijak bahasa jawa, kata bijak bahasa jawa kromo

kata bijak bahasa jawa

Seperti yang telah kita tahu bersama, bahwasannya untuk bahasa jawa memiliki levelisasi atau tingkatan. Apa itu levelisasi?

Levelisasi atau tingkatan merupakan pembagian dalam penggunaan bahasa jawa, masing-masing memiliki kosa kata sendiri. Lebih jelasnya bisa baca disini mengenai tingktan bahasa jawa.

Kata mutiara bahasa jawa kromo ini dapat digunakan sebagai bahan renungan dan untuk motivasi diri menjadi lebih baik.

Menjadi yang Utama

mbeg utotomo,andhap asor.

(Menjadi yang utama, namun tetap rendah hati)

Sebuah kata yang patut menjadi bahan renungan bagi kita semua, terutama untuk kita yang sedang belajar atau menuntut ilmu.

Menjadi orang yang utama dalam segala hal tentu menjadi sebuah kejaran tau keinginan setiap orang. Namun jangan lupakan satu hal setelah mendapatkannya, yaitu tetap rendah hati.

Supaya kita termasuk kedalam orang yang selamat.

Tawakal

kawula namung saderma.mobah-mosik kersaning hyang sukmo

(Lakukan semua sebisa mungkin, setelah itu serahkan kepada Tuhan)

Usuha atau ikhtiar bukanlah ujung dari segalanya, akan tetapi kita harus menyerahkan kembali kepada pemilik semesta ini.

Sebab diri kita pun merupakan miliknya.

Saat kita menyerahkan segala urusan yang telah kita lakukan kepada sang pencipta, tidak akan ada rasa kwatir lagi yang menyelimuti jiwa.

Jati Diri

pusaka ingkang paling sekti iku dudu tombak,pedang lan keris,pusaka kang paling sekti yaiku dumunung ing jati diri.

(Pusaka yang paling sakti, bukanlah tombak, pedang ataupun keris tapi terletak dalam diri sendiri)

Terkadang dibeberapa kesempatan kita selalu mengandalkan hal yang sifatnya eksternal, namun kekuatan yang sesungguhnya sebenarnya ada pada dalam diri dan jiwa kita.

Kuatan yang paling sakti bukanlah kekuatan yang bersumber dari luar namun dari dalam diri.

Pilihannya tinggal kita mempercayainya atau tidak.

Saya sangat sepakat sekali dengan orang-orang yang berkata bahwa diri kita lebih kuat dari pada yang kita pikirkan, namun tetap juga harus mempertimbangkan sisi rasiionalitas.

Perbedaan

Ampun mbedakaken marang lintune.

(Jangan membeda-bedakan sesama, hargai perbedaan)

Pas rasanya kata-kata bijak bahsa jawa ini dengan keadaan negara yang sangat kisruh akhir-akhir ini dengan perbedaan.

Padahal kita sebagai manusia harus bisa memperlakukan setiap orang sama, dari sisi kemanusian serta menghargai perbedaan yang ada.

Bukankan sebuah perbedaan merupakan anugerah bagi kita.

Bukan justru membenturkan perbedan-perbedaan yang ada, jika seperti ini tentu hal tersebut tidak akan pernah selesai.

Jalan Kebenaran

gusti paring mergi kangge tyang ingkang purun teng merginipun

(Tuhan akan memeberikan jalan, bagi mereka yang mengikuti jalan kkebenaran)

Kata-kata mutiara bahasa jawa ini mengajak kita untuk menengok kembali jalan yang sedang kita tapaki dan usahan.

Apakan sudah berada di jalan yang benar atau bahkan justru sebaliknya.

Jika kita telah merasa berada dijalan yang benar, coba pastikan lagi jangan-jangan itu hanya perasahaan.

Namun jika masih wrong way segeralah puter arah sebelum terlambat.

Menjaga Tingkah Laku

adigang, adigung, adiguno

(Untuk supaya menjaga tingkah laku, tidak boleh sombong atas kekuatan, kedudukan serta latar belakang)

Ketika saya pertama kali membaca ungkapan bahasa jawa ini merasa tertohok dan termenung, sebab saat ini seberapa banyak orang diluar sana yang merasa memiliki segalanya, sehingga berani berbuat semena-mena.

Apalagi dengan kondisi saat ini, dimana kedudukan, harta dianggap sangat begitu penting, bahkan pendidikan dan hukum sekalipun dapat dipermainkan.

Sudah sangat seringkali kita mendengar oknum pejabat mempermainkan hukum, sehingga perkara yang harusnya tuntas, tidak pernah tuntas sampai saat ini.

Namun sebaliknya untuk perkara sudah tuntas diperpanjang kembali demi kepentingan segelintir orang.

Sama halnya dengan ranah pendidikan, orang yang memiliki segalanya mampu memanipulasi dan mempermainkan seenak hati, termasuk nilai dan kelulusan.

Jika seperti ini lantas apalah arti hukum dan pendidikan?

Akan berbeda cerita jika setiap orang di negeri ini memiliki dan dapat mengartikan kata-kata bijak bahasa jawa di atas.

Mungkin bisa jadi tidak akan ada orang yang merasa sombong dan memiliki segalanya.

Kata Bijak Bahasa Jawa Tentang Ilmu

kata bijak bahasa jawa

kata bijak bahasa jawa

Selain kata bijak bahasa jawa kuno serta kata mutiara jawa yang halus, terdapat juga kata bijak bahasa jawa tentang ilmu.

Tentu kata mutiara atau kata bijak ini sangat cocok dan perlu diketahui bagi kalian yang sedang menuntut ilmu, supaya menuntut ilmunya tidaklah asal-asalan serta lebih memiliki arti dan makna.

Sobaga kata-kata bijak ini dapat memberikan motivasi serta menghadir semangat baru di dalam kehidupan kita.

Setiap orang menginginkan kehidupan yang lebih baik dari waktu-kewaktu, nah hal ini semoga memberikan peran positif bagi kita.

Berikut ini merupakan kata-kata bijak bahasa jawa tentang ilmu.

Kesabaran

sabar iku lire momot kuat nandhang sakening coba lan pandhadharaning urip

(Sabar adalah kemampuan untuk menahan godaan dan musbah dalam hidup)

Ada yang bilang sabar seperti lautan tak berujung, tak ada batasnya, maka jikalau sabar itu memiliki batas, namanya bukanlah sabar.

Dari sekian kata-kata bijak bahasa jawa, hal ini tentu begitu sulit untuk dilakukan, karena hakekat manusia sendiri memang tak sabaran.

Maka berbahagialah mereka yang sudah teruji dan memiliki kesabaran yang tak bertepi bagai samudera.

Ikhlas

rela lan legawa lahir trusing batin

(Ikhlas lahir dan batin)

Kiranya hampir setiap orang akan sepakat, di dalam hidup yang susah itu adalah ikhlas dan sabar. Terkadang kita bisa berkata ikhlas di mulut, namun beda halnya dengan hati.

Perlu di asah dan dibiasakan memang supaya memiliki hati yang benar-benar ikhlas, terutama ikhlas dalam menjalani kehidupan.

Pertimbangan

Beda lamun
Wus sengsem rehing asamun
Semune ngaksama
Sesamane bangsa sisip
Sarwa sareh saking mardi martotama
Dalam menentut ilmu, apapun itu membutuhkan proses. Kurang lebih untuk pengartian kata-kata bijak tentang ilmu di atas secara bebas adalah beda halnya dengan orang yang telah berpengalaman dalam proses.
Setiap perkara di pertimbangkan dengan baik, dan yang terpenting sabar.

Ilmu

Ngunduh wohing pakarti

Memiliki arti yaitu menuai buah pekerti, dimana dalam proses menuntut ilmu itu tidak mudah. Namun yakinlah suatu saat nanti hasilnya akan dituai.

Terkadang banyak orang yang tidak cukup sabar, atau gampang menyerah dalam menuntut ilmu, padahal kepedihan dalam menuntut ilmu, suatu saat nanti akan tertuai.

Kata-Kata Bijak Bahasa Jawa Kasar

kata bijak bahasa jawa kasar

gamabr via kepogaul.com

Jangan salah ya selalu mengartikan kata-kata kasar dengan hal negatif, buktinya kata kata bijak bahasa jawa kasar ini syarat akan makna. Sehingga kita dapat mengambil pelajaran yang ada di dalamnya.

Menggosok Gigi Pakai Apa?

Omonganmu ra penak, mau esuk sikatan nggo odol opo semen?

Kata mutiara kasar ini, cocok disampaikan kepada orang yang ngomongnya nyerocos dan tidak bisa dihentikan. Biasanya sih yang model kaya gitu itu kebanyakan perempuan, kalo laki-laki barang kali jarang. Tapi meski begitu tidak menutup kemungkinan juga sifat ini ada pada seorang laki-laki.

Biasanya jika mulut tidak dikendalikan dengan otak, ya nyerocos terus. Tentu hal ini tidak baik, sebab biasanya akan ada pihak tertentu yang tersakiti. Jangan sampai kalian termasuk orang seperti ini, dan merasa tersindir dengan kata bijak kasar bahasa jawa di atas.

Janji Manis

Nek janji ojo manis-manis dek, mesakke cangkemmu ndak dirubung semut.

Janji manis hanya manis di mulut dan dikata saja ya barangkali. Banyak terdapat orang yang memiliki sifat semacam ini, terkadang saya merasa seperti itu.

Motifnyapun banyak, mengapa banyak orang yang mengumbar janji manis, mulai untuk mencari perhatian, baik dari teman ataupun pacar, hingga soal mencari sebuah keuntungan.

Nah jika kalian punya teman atau bahkan kerabat semacam itu, bisa tuh diingatkan dengan kata-kata bijak di atas.

Bukti

Ra usah kakean cangkem, sing penting kui buktine.

Seperti yang pernah saya katakan pada bagian sebelumnya, kasar bukan berarti negatif. Untuk kata bijak bahasa jawa ini  masih memiliki makna yang baik, dimana yang penting itu bukti.

Arti dari kata mutiara di atas sendiri ialah yang terpenting kita jangan banyak bicara, tapi memberikan bukti nyata untuk hal itu.

Kata-Kata Mutiara Bahasa Jawa

kata mutiara bahasa jawa

uziyaniar.com

Berikut dibawah ini merupakan kumpulan kata-kata bijak bahasa jawa atau sering kita mengenalnya dengan sebutan kata-kata mutiara. Mengapa disebut kata-kata mutiara? Alasannyapun cukup sederhana, yaitu sebab kata-katanya indah dan dapat membuat terpukau banyak orang bak seperti mutiara.

Jangan Pamer

Sak apik-apike wong yen awehi pitulung kanthi cara dedemitan

Ayo siapa yang suka membantu orang lain? Atau malahan kalian yang suka dibantu. Nah jika merujuk pada kata-kata mutiara bahasa jawa di atas, membantu orang lain itu memiliki aturan dan tata caranya sendiri ya. Dalam membantu orang lain, kalian hendaknya tidak diperlihatkan. Kecuali untuk memberikan contoh, kalo itu lain lagi ceritanya. Hal ini dimaksudkan supaya dijauhkan dari sifat riya, kadang manusia sangat gampang sekali terjangkit penyakit ini.

Nah kita kalian membantu orang lain tanpa pamer, tentu saja itu hal yang lebih baik dari pada sebaliknya. Apabila dipikir-pikir orang jawa dulu sangat memperhatikan segala hal ya, buktinya dengan ada kata mutiara ini.

Hati Tidak Bisa Bohong

Kadang mripat iso salah ndelok, kuping iso salah krungu, lambe iso salah ngomong, tapi ati ora bakal iso diapusi.

katanya sih, kata mutiara satu ini menganduk arti atau makna yang begitu mendalam, kira-kira memiliki arti seperti apa ya?

Ternyata kata kata ini sangat bijak sekali, dimana ketika kita melakukan apapun hendaknya selalu menggunakan hati dan perasaan.

Seperti yang kita tahu sendiri hati tidak dapat dibohongi dan selalu tahu. Berbeda dengan indera lain seperti mata dan telinga yang terkadang sering kali salah dalam menafsirkan sesuatu.

Jangan Merasa Bisa

Ojo rumongso biso, nanging bisoho rumongso.

Hal inilah yang sering keliru dan salah dimana banyak orang yang merasa bisa melakukan segala hal. Dari kata bijak di atas kita dapat belajar, bahwa orang jawa jaman dulu memperhatikan hal ini dimana yang terpenting dalam hidup itu bukan merasa bisa melakukan segala hal. Akan tetapi bisa merasa.

Dengan bisa merasa kita akan menjadi manusia yang peka, serta memiliki rasa empati yang besar terhadap orang lain. tentu hal ini menjadi hal yang positif bagi kita.

Intropeksi

Ngilo marang ghito’e dewe.

Intropeksi adalah satu kata yang memiliki makna mendalam, serta hal ini dapat memberikan perubahan besar bagi siapa saja yang mampu memakanainya secara tepat.

Kata bijak di atas mengajarkan kepada kita, bahwasan intropeksi terutama intropeksi ke dalam diri harus dilakukan setiap saat. Mengapa hal tersebut perlu dilakukan? Sebab seperti yang kita ketahui, manusia adalah tempatnya salah, dimana kita sering kali keliru, baik perilaku atau ucapan. Nah intropeksi diri adalah bagian dari evaluasi dan perbaikan diri untuk menjadi lebih baik.

Tidak Boleh Melihat Luarnya Saja

Golek jodho ojo mung mburu endhaning warna, pala krama aja ngeceh-ngeceh banda.

Kata-kata bahasa jawa ini cocok bagi kalian yang sedang mencari pasangan ya. Kata mutiara bahasa jawa di atas kurang lebih memiliki arti apabila mencari jodoh jangan fokus pada fisiknya saja. Akan tetapi harus melihat keduanya, yaitu antara fisik dan hatinya harus sama-sama baik.

Seringkali hari ini kita melihat beberapa kejadian yang tidak mengenakan, mulai dari persetuan pasangan hingga melakukan tindakan kriminal. Tentu saja hal ini terjadi karena ada yang bermasalah di dalam hatinya.

Kata Mutiara Bahasa Jawa Lucu

kata mutiara jawa lucu

gamabr via kepogaul.com

Meskipun terkesan lucu kata kata dalam bagian ini syarat akan makna. Seperti judulnya, yaitu kata mutiara bahasa jawa lucu. Tentu saja selain dapat menghibur namun kita dapat mengambil pelajaran dari kata-kata tersebut.

Salah satu kata-kata mutaira namun lucu dalam bahasa jawa ialah “Niat kerjo, ora golek perkoro. Niat golek rejeki, ora golek rai. Ora balapan, opo maneh ugal-ugalan.” dimana memiliki sebuah arti niat seorang dalam bekerja itu bukan mencari perkara ataupun perhatian belaka, akan tetapi niat tersebut untuk mencari rejeki.

Demikian yang saya dapat paparkan dan saya sampaikan, semoga bermanfaat, serta kita bisa semakin bisa mawas diri. Kemudian terus sadar bahwa kehidupan dunia ini sementara.

Tentu kata-kata bijak bahasa jawa di atas akan sangat bermanfaat bila dapat di implementasikan dan dijadikan sebagai filosofi hidup.

Kepoin Yuks