Cara & Hasil Hitungan Weton Jawa untuk Pernikahan [100% Lengkap]

Hitungan Weton Jawa untuk Pernikahan – Masyarakat Jawa memiliki budaya yang sangat khas, dimana mereka mempercayai hitungan weton jawa sebagai penetu hari baik dan buruk.

Hitungan weton ini biasanya digunakan dalam menghadapi sesuatu, seperti pernikahan, khitanan, membuat rumah, pindahan rumah dan lain sebagainya.

Bahkan beberapa oang ada yang mempergunakannya untuk melakukan bepergian sekalipun. Barangkali budaya seperti ini telah dipercayai sejak beratus-ratus tahun lalu.

Banyak terdapat istilah-istilah yang hadir dalam hitungan weton jawa, salah satunya ialah neptu yang menjadi pertimbangan dalam penentuan watak serta nasib seseorang.

Dalam hal pernikahan, apabila tidak terdapat kecocokan dalam hitungan menurut weton. Maka hal yang akan dilakukan ialah dengan cara mencari hari tertentu yang dipercaya dapat menghindari kesialan. Hal ini dikenal masyarakat Jawa dengan nama ruwatan.

Kita boleh saja tidak mempercayai hitungan jawa dalam menetapkan hari pernikahan berdasarkan weton. Seyogyanya kita meyakini bahwa setiap hari merupakan hari yang baik untuk kita.

Hanya sebagai pengetahuan saja, pada tulisan ini saya akan membahas dengan lengkap mengenai hitungan weton jawa untuk pernikahan .

Berikut penjelasannya.

Hitungan Weton Jawa untuk Pernikahan Secara Umum

pernikahan jawa

Gambar via briedstory.com

Hal pertama yang biasa dilakukan untuk menghitung weton jawa ialah dengan mencari tahu terlebih dahulu hari lahir dari seseorang.

Sebab dari hari lahir tersebut, masing-masing memiliki nilai atau angka. Kemudian selanjutnya dihitung dan dicocokan antara keduanya, dalam hal ini mempelai laki-laki dan perempuan.

Contoh :

Hasan dan Mina akan menikah, Hasan lahir pada minggu pahing, sedangkan Mina lahir pada minggu kliwon. Kemudian kapankan hari terbaik mereka untuk melangsungkan menikah?

Agar kita dapat menjawab pertanyaan tersebut, maka kita harus memahami langkah-langkah dalam menghitung weton.

Salah satunya ialah dengan menentukan jumlah nilai atau neptu gabungan dari kedua mempelai, dalam hal ini Hasan dan Mina.

Hitungan Weton dengan Neptu

menikah

Gambar via suaramerdeka.com

Masyarakat Jawa tentu sudah tidak asing lagi dengan istilah neptu, seperti yang telah disebutkan neptu ini digunakan untuk mencari hari baik, bukan hanya pernikahan saja.

Neptu adalah sebuah suatu nilai besaran dalam pasaran jawa, atau mudahnya nilai lahir seseorang yang dapat dijumlahkan dan dapat dihitung.

Neptu tersebutlah yang dijadikan sebagai pedoman dalam menghitung weton jodoh.

Hari yang digunakan sama halnya dengan hari pada umumnya;

  • Senin
  • Selasa
  • Rabu
  • Kamis
  • Jum’at
  • Sabtu
  • Minggu

Akan tetapi tidak hanya hari saja, melainkan ada yang disebut dengan hari pasaran jawa seperti.

  • Pon
  • Kliwon
  • Legi
  • Pahing
  • Wage

Weton jawa adalah gabungan antara hari biasa dan hari pasaran.

Kita akan coba membahasnya dalam bagian-bagian berikutnya.

1. Neptu Berdasarkan hari Lahir

Berikut adalah neptu yang di dasarkan hari lahir.

NoHariNilai
1Senin4
2Selasa3
3Rabu7
4Kamis8
5Jum’at6
6Sabtu9
7Minggu5

Nah nilai-nilai tersebutlah yang nantikan akn dihitung dan dijumlahkan, termmasuk untuk pernikahan.

2. Neptu Berdasarkan Hari Pasaran Jawa

Hari pasaran memiliki nilai sendiri, tentu berbeda dengan nilai yang telah disebutkan pada bagian sebelumnya.

NoHari PasaranNilai
1Wage4
2Kliwon8
3Legi5
4Pahing9
5Pon7

Langkah Menghitung Weton dengan Jumlah Neptu

Berikut adalah langkah-langkah yang bisa dikerjakan untuk menghitung weton dengan menggunakan jumlah neptu.

Untuk menghitungnyapun tidak terlalu sulit, dimana hanya memerlukan 2 langkah saja yaitu;

  1. Menentukan nilai atau neptu hari kelahiran dan hari pasaran jawa kedua calon mempelai.
  2. Menjumlahkan nilai neptu ke-2 calon mempelai.
  3. Kemudian akan muncul hasil dari jumlah neptu.

1. Menentukan Nilai (Neptu) Hari Kelahiran dan Hari Pasaran Jawa Kedua Calon Mempelai

Langkah pertama ialah dengan menentukan nilai atau neptu hari kelahiran dan hari pasaran yang akan menikah. Caranyapun cukup sederhana, yaitu dengan cara melihat nilai hari kelahiran dan nilai pasaran.

Contoh :

  • Hasan lahir pada minggu pahing, maka nilai yang didapat ialah 9+5 = 14. Nilai 9 didapatkan dari hari lahir, sedangkan nilai 5 didapatkan dari hari pasaran jawa. Sehingga apabila dijumlahkan mendapatkan hasil 14.
  • Mina lahir pada minggu kliwon, maka nilai yang didapat ilah 9+8 = 17.¬†Nilai 9 didapatkan dari hari lahir, sedangkan nilai 8 didapat dari hari pasaran jawa. Sehingga apabila dijumlahkan nilainya adalah 17.

2. Menjumlahkan Neptu Kedua Calon Mempelai

Dari hasil sebelumnya akhirnya kita mengetahui neptu mempelai laki-laki dan beptu mempelai perempuan. langkah selanjutnya ialah dengan menjumlahkan ke-2 nilai tersebut.

  • Weton minggu pahing adalah 14.
  • Weton minggu kliwon adalah 17.

Sehingga didapatkanlah nilai atau jumlah 14+17 = 31.

3. Jumlah atau Hasil Dari Penjumlahan Weton

Untuk melihat apa arti dari angka tersebut, dapat dilihat pada tabel berikut ini.

1Pegat19Jodoh
2Ratu20Topo
3Jodoh21Tinari
4Topo22Padu
5Tinari23Sujanan
6Padu24Pesthi
7sujanan25Pegat
8Pesthi26Ratu
9Pegat27Jodoh
10Ratu28Topo
11Jodoh29Tinari
12Topo30Padu
13Tinari31Sujanan
14Padu32Pesthi
15Sujanan33Pegat
16Pesthi34Ratu
17Pegat35Jodoh
18Ratu36Topo

Berikut masing-masing penjelasannya dari hasil penjumlahan weton jawa di atas.

  • Pegat atau pegatan adalah bercerai, pasangan yang memiliki jumlah neptu ini kemungkinan akan memiliki banyak masalah, sehingga pada akhirnya bercerai.
  • Ratu¬†merupakan sosok yang dihormati, sehingga sudah dapat dikatakan pasangan ini berjodoh. Masyarakat jawa sendiri percaya bahwa akkan dihormati oleh orang lain dan lingkungan.
  • Jodoh berarti pasangan ini memang jodohnya, dapat saling menerima kekurangan dan kelebihan dari tiap masing-masing. Sehingga dipercaya akan langgeng hidup bersama hingga tua.
  • Topo dipercaya pasangan akan mengalami kesusahan di awal-awal, namun pada akhirnya mereka akan bahagia.
  • Tinari akan mendapatkan rezeki, kemudahan dalam apapun dalam rumah tangganya.
  • Padu memiliki arti pertengkaran atau percekcokan, sehingga pabila pernikahan seorang padu, dipercaya akan menimbulkan percekcokan dalam rumah tangganya.
  • Sujanan ialah perselingkungahan, baik dari perempuan ataupun dari laki-laki.
  • Presthi ialah rukun tentram adem ayem dan harmonis hingga tua.

Langkah Menghitung Weton dengan Sisa Neptu

Adapun menghitung weton jawa dengan menggunakan sisa naptu, setiknya terdapat tiga langkah yang harus dilakukan.

  1. Menentukan nilai kelahiran dan nilai pasaran dari pasangan yang akan nikah.
  2. Menjumlahkan neptu calon mempelai.
  3. Kemudian hasil penjumlahan tersebut dibagi 7, hasilnya dijadikan untuk perimbon jodoh jawa.

Sebagai contoh kita jadikan neptu di atas.

  • Weton minggu pahing adalah 14.
  • Weton minggu kliwon adalah 17.
  • Jumlah weton 31.

Jumlah weton yang telah didapatkan, selanjutnya dibagi 7. Jadi 31:7 = 4 dengan sisa 3. Nah nilai 3 inilah yang dijadikan pedoman dalam primbon perjodohan atau pernikahan.

Masing-masing dari sisa tersebut memiliki arti sebagai berikut.

  • Sisa 1 wasesasegara, artinya mempunyai watak yang sabar, pemaaf, berbudi luhur, dan berwibawa.
  • Sisa 2 tunggaksemi, artinya rezeki dimudahkan dan dilancarkan.
  • Sisa 3 satria wibawa, artinya memperoleh kemuliaan dan keluhuran yang tinggi.
  • Sisa 4 sumur sinaba, artinya banyak orang yang datang berguru dan meminta ilmu.
  • Sisa 5 satria wirang, artinya mendapatkan duka cita. Kesusahan , sering malu akibat tindakannya sendiri.
  • Sisa 6 bumi kepetak, artinya banyak mengalami cobaan dan rintangan hidup, serta pekerja keras.
  • Sisa 7 lebu ketiup angin, artinya sulit mencapai cita-cita, sering mendapatkan kesusahan, dan sering pindah rumah.

Namun meskipun terdapat hal-hal yang buruk dalam sisa angkka tertentu, akan tetapi hal ini masih dapat ditolak balanya.

  • Sisa 5 dapat ditolak balanya dengan memotong ayam saat ikan Kabul.
  • Sisa 6 dapat ditolak dengan dapat memendam/mengubur tanah saat akan ijab Kabul.
  • Sisa 7 dapat ditolak dengan dilakukan menabur debu saat akan ijab qabul guna menolak bala hal tersebut.

Neptu Bulan dan Tahun Jawa

selain memperhtikan hitungan weton jawa, masyarakat jawa dahulu memiliki kebiasaan lain, yaitu memperhatikan neptu bulan dan tahu.

Akan tetapi seiring perkembangan jaman, hal ini telah banyak ditinggalkan, entah apa alasannya. Namun yang pasti semakin sini semakin sedikit.

Msyarakat jawa menjadikan neptu tahun bulan untuk menentukan banyak hal seperti;

  • Menentukan waktu pernikan.
  • Menetukan waktu tanam.
  • Menentukan waktu panen.
  • dll

Berikut nilai daftar nilai neptu bulan;

BulanNilai
Sura7
Safar2
Mulud3
Bakda Mulud5
Jumadil Awal6
Jumadil Akhir1
Rajab2
Rewah4
Pasa5
Sawal7
Sela1
Besar3

Sedangkan untuk nilai neptu tahun adalah sebagai berikut.

TahunNilai
Alip1
Ehe5
Jimawal3
Je7
Dal4
Be2
Wawu6
Jimakhir3

Baik bulan maupun tahun memiliki nilai masing-masing, kadang saya juga mempertanyakan darimanakah nilai tersebut dan siapakah yang memulai ini semua.

barangkali hal tersebut biarkanlah menjadi sebuah misteri untuk kita semua. Kemudian yang tidak kalah penting soal bulan dan tahun, sebaiknya kalian mengetahui Urutan Bulan dalam Kalender Jawa dan Hijriyah.

Ringkasan Hitungan Weton Jawa untuk Pernikahan

Orang jaman dulu memang sangat memperhatikan sekali soal hitungan weton jawa ini, termasuk untuk pernikahan dan perjodohan.

Tidak semua masyarakat jawa dapat melakukan perhitngan ini, biasa hanya segelintir orang saja yang paham mengenai hitungan weton jawa.

Nah sebaiknya kita menyikapi hal ini dengan bijak, jadikanlah sebagai budaya dan peninggalan leluhur, sebab baik itu kebaikan dan keburukan telah ada yang mengaturnya. Dalam Islam sendiri sesuatu yang jelek masih dapat dirubah dengan do’a

Demikian tulisan ini cakhasan sajikan dengan mengambil dari berbagai macam referensi dan sumber. Semoga menjadi informasi yang bermanfaat.

Show Comments

No Responses Yet

    Leave a Reply