Fungsi Bahasa Daerah di Indonesia

Fungsi Bahasa Daerah – Indonesia sebagai negara yang memiliki peradaban yang tinggi, terkenal dengan keragaman budaya, termasuk di dalamnya adalah bahasa daerah. Lalu apa saja fungsi dari bahasa daerah, selain sebagai alat komunikasi di daerah tersebut.

Pada artikel ini cakhasan.com akan membahas fungsi dari pada bahasa daerah, karena yang kita ketahui sejauh ini bahasa daerah sendiri hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, samahalnya dengan bahasa-bahasa lain.

Namun apabila kita mempelajarinya lebih lanjut, setidaknya terdapat 4 fungsi dari bahasa daerah. Sebelum saya memaparkan dan membahasa tentang fungsi bahasa daerah, mari cari tahu terlebih dahulu mengenai pengertian bahasa daerah.

Baca Juga : Kumpulan Kata-Kata Lucu Bahasa Jawa

Pengertian Bahasa Daerah (Bahasa tradisional)

bersepedah, fungsi bahasa daerah

unsplash.com

Bahasa daerah atau bahasa tradisional adalah suatu bahasa yang digunakan atau dijadikan sebagai alat komunikasi hanya di daerah tertentu.

Sebutan untuk bahasa daerah sendiri, biasanya diperuntukan untuk bahasa yang digunakan sekelompok orang di daerah dalam suatu negara.

Daerah tersebut merupakan bagian dari wilayah suatu negara, digunakannya pun hanya oleh sekelompok dan sebagian orang saja.

Berbeda halnya dengan bahasa nasional, masyarakat daerah tertentu dengan otomatis telah bisa bahasa tersebut sejak lahir.

Fungsi Bahasa Daerah Serta Kedudukan Bahasa Daerah

suku jawa, jawa jaman dulu

jadiberita.com

Bahasa daerah memiliki hubungan yang erat dengan bahasa nasional, yaitu bahasa Indonesia. Bahasa daerah memiliki kedudukan yang tercantum dalam UUD 1945 pasal 36 bab XV, dengan bunyi sebagai berikut.

Negara menghormati dan memilihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional

Sehingga kita dapat simpulkan bahwasannya bahasa daerah merupakan kekayaan negara yang dilindungi.

Kemudian apa saja fungsi bahasa daerah?

Bahasa daerah memiliki fungsi, sesuai hasil seminar yang dilaksanakan pada tahun 1975. Selengkapnya menganai seminar bahasa daerah. Nah dijaman sekarang juga sering diadakan seminar bahasa daerah, terutama oleh kampus-kampus, seperti yang dilakukan oleh itb (baca: seminar di ITB)

Dari hasil seminar tersebut dapat disimpulkan bahwasannya bahasa daerah memiliki kedudukan sebagai lambang negara, sebagai identitas daerah, serta sebagai alat komunikasi daerah tersebut.

Sedangkan untuk fungsi dari bahasa daerah sendiri adalah sebagai berikut.

1. Bahasa Daerah Sebagai Bahasa Pengantar

Indonesia menjadikan bahasa daerah sebagai bahasa pengantar pada permulaan tingkat sekolah dasar. Dimana pada tingkat itu sebagian anak belum dapat menggunakan bahasa nasional, yaitu bahasa Indonesia.

Biasanya penggunaan bahasa daerah tersebut hanya diperbolehkan sampai kelas tiga saja, setelah itu dilanjutkan menggunan bahasa Indonesia.

Akan tetapi berbeda halnya dengan daerah-daerah tertentu, yang sebagian besar menjadikan bahasa daerah sebagai bahasa ibu, selama bersekolah dasar diperkenankan untuk menggunakan bahasa daerah.

Mengapa hal ini perlu dilakukan?

Sepperti yang telah disebutkan di atas, pada permulaan memasuki sekolah dasar tidak semua anak dapat menggunakan bahasa Indonesia.

Bahkan mungkin bisa saja di daerah-daerah tertentu beberapa anak tidak mengenal bahasa Indonesia, karena sudah terlalu biasa menggunakan bahasa daerahnya.

2. Bahasa Daerah Sebagai Sumber Kebahasaan

Kita telah sama-sama tahu, bahasa daerah di Indonesia setidaknya terdapat 700 bahasa daerah, itupun yang baru diketahui. Sebab sampai saat ini pemerintah melalui lembaga bahasa terus meneliti dan mencari tahu bahasa daerah yang ada.

Maka kemungkinan di tahun-tahun selanjutnya bahasa akan terus bertambah.

Kekayaan bahasa daerah inilah yang menjadi sumber kebahasaan untuk bahasa Indonesia, sehingga ada beberapa bahasa daerah yang diserap menjadi bahasa Indonesia.

Maka janganlah heran jika kosakata dalam bahasa Indonesia terus bertambah.

3. Pelengkap Bahasa Nasional

Bahasa daerah digunakan sebagai pelengkap bahasa Indonesia, bukan hanya digunakan di dunia pendidikan, akan tetapi di gunakan di Instasi pemerintahan tingkat daerah.

Mengapa hal itu diberlakukan?

Sebab masih banyak pegawai pemerintahan di tinggakat daerah yang menjadikan bahasa daerahnya sebagai alat komunikasi resmi.

Bukan hanya digunakan sebagai alat komunikasi antara pegawai, akan tetapi digunakan antara pihak pemerintah dengan warga.

Sehingga ketika mengadakan kegiatan dengan warga di daerah biasanya menggunakan bahasa daerah sekitar, tentu orang-orang pemerintahan haruslah mengerti bahasa daerah tersebut.

4. Pendukung Bahasa Nasional

Salah satu fungsi bahasa daerah yaitu sebagai pendukung bahasa Indonesia. Bahasa daerah sendiri memiliki pengaruh terhadap bahasa Indonesia, sesuai hasil kongres bahasa daerah pada tahun 1954.

Diantara pengaruh bahasa daerah terhadap bahasa Indonesia adalah menambah kosakata, sebagai morfolog dan sintaksis.

Baca Juga : Filosofi Hidup Orang Jawa

Fakta Mengenai Bahasa Daerah

budaya sunda

fungsi bahasa daerah

Setelah kita membahas tentang fungsi bahasa daerah beserta kedudukannya, pada bagian ini kita akan membahas mengenai fakta-fakta bahasa daerah.

Kira-kira apa saja yang menjadi fakta bahasa daerah di Indonesia, simak saja yu.

1. Terdapat 500+ Bahasa Daerah di Indonesia

Saya pernah membuat sebuah artikel dengan judul 500+ bahasa daerah di Indonesia, dimana data yang digunakan bersumber dari lembaga pengembangan bahasa Kemendikbud.

Terdapat beberapa hal yang menarik salah satunya ialah hampir setengah jumlah bahasa daerah dari bagian timur Indonesia.

Dalam artian seperti daerah NTT dan papua memiliki bahasa daerah yang paling banyak jika dibandingkan dengan bahasa dari daerah lain.

Yang mengejutkan adalah pernyataan dari pusat bahasa Kemendikbud, bahwa bahasa daerah di Indonesia kemungkinan akan terus bertambah.

2. Terdapat 700+ Penutur

Masih di dalam artikel yang sama saya juga ngebahas tentang penuturan bahasa daerah ditiap Provinsi, bahasa yang banyak dituturkan adalah  bahasa Jawa, hampir disetiap daerah bahasa jawa digunakan.

Ini mungkin karena orang Jawa pada jaman dulu banyak melakukan transmigrasi ke daerah lain, sehingga membentuk sebuah komunitas di tempat yang baru.

3. Salah Satu Bahasa Daerah Indonesia Digunakan di Luar Negeri

Ternyata bahasa jawa bukan hanya digunakan di Indonesia, akan tetapi banyak di gunakan di negara tetangga seperti halnya Malaysia.

Suku Jawa di Malaysia terbilang banyak, selain di Malaysia suku Jawa juga menempati daerah-daerah pasifk dan Surianame di Benua Amerika.

4. Beberapa Bahasa Daerah Memiliki Levelisasi

Bahasa daerah sangat berbeda dengan bahasa nasional, jika dalam bahasa Indonensia kita hanya mengenal satu penggunaan kata, berbeda halnya dengan bahasa daerah.

Sebut saja bahasa Sunda dan Bahasa Jawa, yang memiliki levelisasi, setidaknya terdapat tiga tingkatan dalam penggunaan bahasa Jawa dan Sunda.

5. Lebih Sering Digunakan Dibandingkan Bahasa Indonesia

Masyarakat Indonesia tentu menggunakan bahasa Indonesia hanya pada waktu resmi saja, semisal pidato pemerintahan dan lain sebagainya, terkecuali memang daerah perkotaan.

Maka tak heran jika bahasa daerah lebih sering digunakan ketimbang bahasa Indonesia.

6. Ancaman Kepunahan Beberapa Bahasa Daerah

Ada beberapa daerah menjadikan bahasanya sebagai alalt komunikasi, namun ada juga daerah tertentu sebaliknya, mereka lebih bangga menggunakan bahasa daerah ketimbang menggunakan bahasa daerah.

Karena diakibatkan dari kebiasaan serta pola hidup yang sudah tidak terbiasa lagi menggunakan bahasa daerah.

Cara Melestarikan Bahasa Daerah

gambar batik, menulis batik, batik tulis

fungsi bahasa daerah

Supaya bahasa daerah terus lestari dan tidak mengalami kepunahan, maka harus ada upaya dan langkah-langkah yang perlu dilakukan.

Diantara langkah yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut.

Baca Juga : Kumpulan Contoh Teks Pidato Bahasa Jawa Lengkap

1. Menyusun Kamus Bahasa Daerah

Hal ini perlu dilakukan mengingat pentingnya bahasa daerah, apalagi pemerintah telah melindungi serta menjamin keberadaan bahasa daerah.

Sebagai alat untuk mempelajari bahasa daerah lebih mendalam.

2. Dijadikan Sebagai Alat Komunikasi

Hal yang penting yaitu menjadikan bahasa daerah sebagai alat komunikasi di daerah tersebut. Mewajibkan setiap warga atau masyarakatnya berkomunikasi menggunakan bahasa daerah.

Tentu hal ini akan sangat membantu sekali dalam mempertahankan keberadaan bahasa daerah.

3. Menambah Jam Pelajaran Bahasa Daerah

Hal ini juga bisa dicoba, sebagai salah satu upaya melestarikan bahasa yang ada, yaitu menambah pelajaran bahasa daerah disetiap jenjang sekolah.

Tentu dengan ditambah jam pelajaran bahasa daerah disetiap jenjangnya, akan membantu melestarikan bahasa daerah.

Show Comments

No Responses Yet

    Leave a Reply