5+ Contoh Use Case Diagram [Cara Membuat & Simbol]

Hai sobat, pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai contoh use case diagram lengkap dengan pengertian, simbol atau komponen serta bagaimana cara membuat use case itu sendiri.

Use case merupakan bagian dari UML (Unified Modeling Language) yang mana secara umum digunakan untuk menggambarkan hubungan pengguna dengan sistem. Use case diagram biasanya dibangun sebelum deployment diagram maupun squance diagram.

Kemudian seberapa pentingkah use case diagram untuk dibuat?

Mungkin diantara kalian ada yang bertanya-tanya mengenai seberapa penting use case diagram ini. Dalam pembuatan UML sendiri, use adalah komponen yang tidak boleh terlewatkan, dengan demikian kita dapat menyimpulkan bahwa use case ini sesuatu yang begitu penting.

Maka dari itu mari kita pelajari secara rinci dan mendalam mengenai hal ini, berikut pemaparan lengkapnya.

Pengertian Use Case Diagram

use case diagram

gambar via unsplash.com/Christina Morillo

Use case diagram merupakan sebuah pemodelan fungsional untuk menggambarkan behavior atau kelakuan sebuah sistem yang hendak dibangun.

Use case diagram memperlihatkan sebuah actor atau beberapa actor yang memiliki hubungan tertentu dengan sisitem. Setiap actor yang dibuat akan terlihat kedudukan serta aksesnya seperti apa di dalam sebuah sistem. Pada umumnya akan diperlihatkan mengenai akses setiap actor terhadap sistem yang dibangun.

Sederhananya kita dapat mengartikan, bahwa use case diagram ini digunakan untuk memahami dan mengatahu mengenai fungsi apa saja yang terdapat dalam suatu sistem, serta siapa saja yang bisa menggunakan fungsi tersebut.

Use case diagram menurut salah satu ahli

Rossa dan Salahudin berpendapat, bahwa use case diagram tidaklah menjelaskan secara rinci mengenai penggunaan use case, yang mana hanya memberikan gambarangan singkat anatara gubungan use case, actor dan sistem.

Akan tetapi dalam sebuah use case diagram dapat dilihat fungsi apa saja yang terdapat di dalam sistem.

Syarat Penamaan Use Case

syarat

gambar via pixabay.com

Memberikana nama pada use case tidak dapat dilakukan begitu saja, sebab memiliki beberapa aturan yang harus terenuhi.

Nama dari use case haruslah dibuat se-sederhana mungkin serta mudah dipahami secara universal, artinya bukan hanya dipahami oleh pembuat. Terdapat dua hal utama mengenai pendefinisian use case, yaitu actor dan use case.

  • Actor merupakan orang yang melakukan interaksi dengan sistem yang hendak dibangun. Actor selalu digambarkan dengan bentuk orang, akan tetapi aktor belum tentu orang.
  • Use case merupakan fungsionalitas yang tersedia dalam sebuah sistem sebagai unit yang saling keterkaitan antar unit dan juga actor.

Fungsi & Manfaat Use Case Diagram

fungsi use case

gambar via creately.com

Use case yang dibangun memiliki fungsi dan manfaat, bukan hanya untuk pembuat akan tetapi untuk pengguna atau konsumen.

Fungsi dari use case diagram adalah sebagai berikut.

  • Mampu memperlihatkan proses aktivitas secara urut dalam sistem.
  • Mampu menggambarkan proses bisnis serta urutan aktivitas pada sebuah proses.

Manfaau use case diagram adalah sebagai berikut.

  • Digunakan sebagai kebutuhan verifikasi.
  • Mambu memberikan gambaran interface dari sebuah sisimtem, sebab setiap sistem yang dibangun haruslah memiliki interface.
  • Berguna untuk mengidentifikasi siapa saja yang dapat berinteraksi dengan sistem, serta apa saja yang dapat dilakukan dalam sistem tersebut.
  • Memberikan kepastian mengenai kebutuhan dari sebuah sistem, sehingga tidaklah membingungkan.
  • Berguna memudahkan komunikasi antara domain expert dan end user.

Komponen Use Case Diagram

komponen use case diagram

gambar via salamadian.com

Use case diagram memiliki 3 komponen berikut ini.

  1. Sistem
  2. Actor
  3. Use case

Lebih lengkapnya berikut masing-masing penjelasannya.

1. Sistem

Sebuah sistem dalam use case diagram akan digambarkan dengan bentuk persegi yang membatasi use case dengan interaksi di luar sistem.

Sistem pada umumnya diberikan label yang disesiaikan dengan nama label tersebut. Namun ummnya sistem ini tidaklah diberi gambar, sebab tidak terlalu memberikan makna pada diagram.

2. Actor

Banyak yang beranggapan bahwa actor adalah bagian dari diagram, padahal apabila kita mencari informasi mengenai hal ini lebih mendalam, actor ternyata bukanlah bagian dari diagram.

Actor memiliki peran untuk menciptakan use case diagram menjadi lebih mudah. Actor dipakai untuk menjelaskan orang atau apa saja yang berinteraksi dengan sistem.

Setiap actor akan memberikan informasi kepada sistem, serta memungkinkan juga actor menerima informasi dari sistem, atau bahkan keduanya dapat terjadi dengan bersamaan.

Setiap actor yang ada tidaklah memberikan control terhadap sisitem, dimana hanya memberikan gambaran mengenai hubungannya dengan sistem.

Terdapat beberapa hal yang memungkinkan actor dapat berhubungan dengan pihak lain atau sistem lain.

  • Jika terapat sistem lain yang hendak berinteraksi dengan sistem yang sedang dibuat.
  • Terdapat external resource yang digunakan oleh sistem.
  • Adanya seseorang maupun pihak lain yang akan mengelola sistem.
  • Terdapat kepentingan terhadap sistem, yang mana arus informasi baik penerima ataupun arus sistem saling memiliki kepentingan.

3. Use Case

Use case merupakan gambaran fungsional dalam sebuah sistem. Sehingga Konsumen maupun yang membuat akan saling mengerti mengenai fungsi sistem yang tengah dibuat.

Simbol Use Case Diagram

Berikut ini merupakan simbol use case diagram beserta penjelasannya.

simbol use case diagram

Simbol use case diagram

Apabila kita perhatikan simbol-simbol use case diagram di atas, nampak lebih sedikit dan sederhana jika dibandingkan dengan simbol flowchart ataupun simbol dalam ERD. Jadi untuk kalian yang sudah terbiasa dengan flowchart seharusnya tidak ada masalah ketika mempelajari ini.

Relasi Dalam Use Case Diagram

link

gambar via pexels.com

Terdapat empat relasi dalam use case diagram yang harus kalian ketahui, sebagai berikut.

  1. Asosiasi (association)
  2. Generalisasi (generalization)
  3. Dipedensi (depedency)
  4. Agregasi (aggregation)

Berikut masing-masing penjelsan dari ke-4 relasi dalam use case diagram.

1. Association

Asosiasi adalah sebuah teknik untuk mengidentifikasi yang dilakukan actor dan use case tertentu. Asosiasi ini digambarkan dengan garis antara actor dan use case.

Hubungan asosiasi ditandai dengan garis panah, itu pun apabila komunikasinya dilakukan satu arah, sedangkan apabila komunika terjadi dua arah maka tidak lagi ada panah dalam garis.

2. Generalization

Sebuah teknik untuk mengidentifikasi antara 2 actor dan 2 use case, yang mana salah satunya akan meng inherit atau overide dari sifat dari pengakat yang lain.

Generalisasi digambarkan dengan menggunakan garis bertanda panah yang kosong. Garis harus diambil dari yang meng-inherit ke garis yang di-inherit.

3. Depedency

Terdapat dua jenis depedency, yaitu include dan extend. Tentu saja masing-masing memiliki ciri yang berbeda.

Berikut penjelasan include.

  • Include mengidentifika antara hubungan dua use case, yang mana use case yang satu akan memanggil use case lainnya.
  • Include digambarkan menggunakan garis putus-putus dan terdapat mata panahnya. Arah mata panah berada tepat pada yang memanggil.
  • Jika ada sekumpulan use case yang memiliki aktivitas sama, maka akan dijadikan sebagai aktivitas sendiri.
contoh include

Contoh indclude dalam class diagram

Sedangkan yang dimaksud dengan extend adalah sebagai berikut.

  • Konsep extend pada use case diagram ini tidaklah sama dengan konsep extend yang ada dalam bahasa pemograman java.
  • Depedensi pada extend penggambarannya sama dengan depedensi pada include, yang membedakan arah panahnya, dimana disini arah panah dibuat berlawanan.
  • Jika dalam pemanggilan terdapat kondisi terterntu, maka akan ada depedensi.
contoh extend

Contoh extend dalam class diagram

Cara Membuat Use Case Diagram

membuat

gambar via pexels.com

Berikut ini adalah cara membuat sebuah use case diagram dengan menggunakan UMLet. Jika kalian belum mengetahui aplikasi ini bisa baca disini.

Apakah membuat sebuah use case diagram hanya bisa dilakukan di UMLet saja? Tentu banyak sekali aplikasi yang dapat kalian gunakan untuk membuat atau membangun UML khususnya class diagram, sebagai contoh StarUML, Rational Rose, Visio dan lain sebagainya.

Namun yang perlu menjadi catatan, tidak semua aplikasi dapat digunakan dengan gratis, bahkan sebagian besar diantaranya berbayar.

Membuat use case diagram menggunakan UMLet

  1. Buka aplikasi UMLet yang kalian miliki.
  2. Klik bagian kanan atas, kemudian pilih klik.
  3. Kemudian buatlah desain dengan caran mendrag komponen yang ada disebelah kanan.

Lebih jelasnya silahkan simak video tutorial berikut ini.

Contoh Use Case Digaram

Berikut kumpulan contoh use case diagram dalam berbagai bidang.

1. Contoh Use Case Diagram Perpustakaan

contoh use case diagram perpustakaan

gambar via tithos.blogspot.com

2. Contoh Use Case Diagram Rumah Sakit

contoh use case diagram rumah sakit

Contoh use case diagram Rumah sakit

3. Contoh Use Case Diagram Akademik

contoh use case diagram akademik

Contoh use case diagram akademik

4. Contoh Use Case Diagram Mini Market

use case diagram mini market

gambar via dokumen.tips

5. Contoh Use case Diagram ATM

use case diagram atm

gambar via dumetschool.com

6. Contoh Use Case Diagram Online Shop

contoh use case diagram online shop

gambar via uml-diagram.org


Nah demikian tulisan yang dapat saya sajikan mengenai use case diagram secara lengkap, semoga tulisan ini dapat membantu kalian. Jangan lupa kalian dapat membaca tulisan sebelumnya mengenai collabiration diagram, apabila ada hal-hal yang ingin dtanyakan silahkan tulis di kolom komentar.

Referensi :

  • https://www.codepolitan.com/mengenal-uml-diagram-use-case
  • http://www.materidosen.com/2017/04/use-case-diagram-lengkap-studi-kasus.html
  • PEMODELAN UML SISTEM INFORMASI MONITORING PENJUALAN DAN STOK
    BARANG (STUDI KASUS: DISTRO ZHEZHA PONTIANAK), JURNAL KHATULISTIWA INFORMATIKA, VOL. IV, NO. 2 DESEMBER 2016

Show Comments

No Responses Yet

    Leave a Reply