Contoh Teks Negosiasi Lengkap dengan Pengertian, Struktur & Tujuannya

Contoh Teks Negosiasi – Kata negosasi in sudah pasti sangat familiar kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Karena kegiatan bernegosiasi juga sering kita lakukan.

Apa itu negosiasi? Bagaimana cara bernegosiasi? Berikut kami jelaskan.

Pengertian Teks Negosiasi

negosiasi, deal

gambar via unsplash.com/chyton-photo

Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi IV (2008:957) mengartikan, negosiasi merupakan proses tawar menawar dengan jalan berunding untuk mencapai kesepakatan bersama antara satu pihak (kelompok atau organisasi) dan pihak (kelompok atau organisasi) yang lain.

Kosasih (2014:86)

“Teks negosiasi bentuk interaksi sosial yang berfungsi untuk mencapai kesepakatan di antara pihak-pihak yang mempunyai kepentingan berbeda.”

Dikemukakan oleh Mulyadi (2016:147) bahwa negosiasi berasal dari kata to negotiate, tobe negotiating dalam bahasa Inggris yang berarti “merundingkan, membicarakan kemungkinan tentang suatu kondisi, dan atau menawar”.

Kata-kata turunannya antara lain “negotiation” yang berarti “menunjukkan suatu proses atau aktivitas untuk merundingkan, membicarakan sesuatu hal untuk disepakati dengan orang lain”. Dan “negotiable” yang berarti “dapat dirundingkan, dapat dibicarakan, dapat ditawar.

Berdasarkan pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa negosiasi merupakan kegiatan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih. Dimana masing-masing dari mereka memiliki kepentingan dan pemikiran berbeda namun sama-sama menginginkan tujuan yang akan disepakati dengan adanya proses tawar menawar.

Baca juga : Contoh Teks Anekdot [Lengkap] Lucu, Menyindir, Singkat & Strukturnya

Kaidah Kebahasaan Teks Negosiasi

negosiasi, diskusi

gambar via unsplash.com/thomas-drault

Setiap teks mempunyai kaidah tertentu yang menandakan ciri dari teks tersebut, begitu pun dengan teks negosiasi. Kosasih (2014: 92), “Kaidah bernegosiasi adalah aturan ataupun kelaziman.” Dalam bernegosiasi terdapat enam aspek yang harus diperhatikan.

  1. Negosiasi selalu melibatkan dua pihak atau lebih, baik secara perorangan, kelompok, perwakilan organisasi ataupun perusahaan.
  2. Negosiasi merupakan kegiatan komunikasi langsung atau lisan.
  3. Negosiasi terjadi karena terdapat perbedaan kepentingan.
  4. Negosiasi diselesaikan melalui tawar-menawar atau tukar-menukar kepentingan.
  5. Negosiasi menyangkut suatu rencana yang belum terjadi.
  6. Negosiasi bermuara pada dua hal: sepakat atau tidak sepakat.

Sementara itu, Kosasih (2014: 93) juga mengungkapkan bahwa teks negosiasi juga memiliki kaidah kebahasaan tersendiri yang ditandai oleh hal-hal berikut.

  1. Keberadaan kalimat berita (deklaratif, statement), kalimat tanya (interogatif, question), dan kalimat perintah (imperatif, command).
  2. Banyak menggunakan kalimat yang menyatakan keinginan atau harapan. Hal ini berkaitan dengan tujuan dari bernegosiasi. Biasanya ditandai oleh penggunaan kata-kata seperti minta, harap, mudah-mudahan, semoga.
  3. Banyak menggunakan kalimat bersyarat. Hal ini berkaitan dengan sejumlah syarat yang diajukan oleh kedua belah pihak. Kalimat ini ditandai dengan kata jika, bila, kalau, apabila, seandainya.
  4. Banyak menggunakan konjungsi penyebab (kausalitas). Untuk memperjelas argumen yang diutarakan, mereka membutuhkan sejumlah alasan yang disertai dengan konjungsi penyebab. Kalimat ini ditandai dengan kata karena, sebab, oleh karena itu.

Contoh Ciri Kebahasaan Teks Negosiasi

Berikut ini merupakan contoh ciri kebehasaan yang digunakan dalam teks negosiasi.

Keberadaan kalimat berita

Teks negosiasi yang berjudul pengajuan cuti kerja ditemukan keberadaan kalimat berita yaitu,

  • Saya ingin mengajukan cuti kerja.
  • Sudah delapan bulan, Bu. Kan, masih sebulan lagi.
  • Sudah terasa berat, Bu.

Keberadaan kalimat tanya

Kalimat tanya yang muncul dalam teks negosiasi pengajuan cuti kerja yaitu,

  • Bisa meminta waktu sebentar?
  • Ada apa ya, San?
  • Sudah berapa bulan kandungannya?

Keberadaan kalimat perintah

Kalimat perintah yang muncul dalam teks negosiasi pengajuan cuti kerja yaitu,

  • Nanti saja kalau sudah dekat waktunya lahir.
  • Sekarang bekerja dulu.
  • Ya, bekerjanya jangan yang berat-berat.
  • Ya, tapi sekarang kamu jangan dulu cuti.

Menggunakan kalimat yang menyatakan keinginan atau harapan

Kalimat yang menyatakan keinginan yang muncul dalam teks negosiasi cuti kerja yaitu,

  • Bisa meminta waktu sebentar?
  • Mudah-mudahan selama itu, saya dan bayi nanti sudah sehat dan kuat lagi.
  • Mudah-mudahan, ya, Bu. Terima kasih atas kebaikan Ibu.

Menggunakan kalimat bersyarat

Kalimat yang menggunakan kalimat bersyarat dalam teks negosiasi cuti kerja yaitu,

  • Nanti saja kalau sudah dekat waktunya lahir.
  • Begini saja, bagaiman kalau menunggu dua minggu lagi supaya nanti cutinya lebih panjang setelah melahirkan?

Menggunakan konjungsi penyebaban (kausalitas)

Kalimat yang menggunakan konjungsi penyebaban dalam teks negosiasi cuti kerja yaitu,

  • O, ya. Pasti karena kehamilanmu itu, kan?
  • Nunggu dua minggu lagilah karena memang Ibu sangat membutuhkan tenaga kamu.

Struktur Teks Negosiasi

negosiasi

gambar via unsplash.com/austin-distel

Kosasih (2016: 89) mengungkapkan bahwa struktur adalah susunan, urutan, ataupun tahapan. Di dalam negosiasi, terdapat lima tahapan yang lazim dilalui dalam proses bernegosiasi. Kelima tahapan itu adalah sebagai berikut.

  1. Negosiator 1 menyampaikan maksud bernegosiasi.
  2. Negosiator 2 menyampaikan penolakan ataupun sanggahan dengan alasan-alasan.
  3. Negosiator 1 mengemukakan argumentasi ataupun fakta yang memperkuat maksudnya tersebut agar disetujui oleh negosiator 2.
  4. Negosiator 2 kembali mengemukakan penolakan dengan sejumlah argumentasi dan fakta.
  5. Terjadinya kesepakatan/ketidaksepakatan.

Yustinah (2014:157) mengemukakan ada lima struktur dalam teks negosiasi yaitu:

  1. Orientasi, merupakan pemaparan pendahuluan dari pihak ke-1 dan pihak ke-2 untuk mempelajari paparan masing-masing sehingga permasalahan jelas.
  2. Pengajuan, merupakan konsep kedua belah pihak untuk dijadikan bahan pertimbangan menuju tahap selanjutnya.
  3. Penawaran, merupakan alternatif solusi yang harus dipertimbangkan dengan memperhitungkan segala kemungkinan yang terjadi dengan risiko terkecil.
  4. Persetujuan, merupakan proses memilih solusi yang tepat dan menguntungkan kedua belah pihak.
  5. Penutup, merupakan simpulan pembicaraan final yang disepakati kedua belah pihak dan dijunjung tinggi dengan konsekuensi tertentu.

Contoh Struktur Teks Negosiasi

Berikut ini adalah contoh yang menunjukan dari struktur dalam teks negosiasi.

Orientasi

Sansan : “Maaf, Bu. Bisa meminta waktu sebentar?”

Bu Lita : “Ada apa, ya, San?

Permintaan

Sansan : “Saya ingin mengajukan cuti kerja.”

Bu Lita : “O, ya. Pasti karena kehamilanmu itu, kan?”

Sansan : “Betul, Bu.”

Bu Lita : “Sudah berapa bulan kandungannya?”

Sansan : “Sudah delapan bulan, Bu.”

Penawaran

Bu Lita : “Kan, masih sebulan lagi. Nanti saja kalau sudah dekat waktunya lahir.”

Sansan : “Sudah terasa berat, Bu. Lagi pula untuk jaga-jaga, khawatir waktunya di luar dugaan.”

Bu Lita: “Begini saja, bagaimana kalau menunggu dua minggu lagi supaya nanti cutinya lebih panjang setelah melahirkan? Sekarang bekerja dulu. Ya, bekerjanya jangan yang berat-berat, pilih-pilih.”

Sansan : “Maaf, ya, Bu. Memang Ibu memberi waktu cutinya berapa lama?”

Bu Lita : “Tiga bulan. Cukup, kan?”

Persetujuan

Sansan : “Iya, saya kira cukup. Mudah-mudahan selama itu, saya dan si bayi nanti sudah sehat dan kuat lagi.”

Bu Lita : “Ya, tapi sekarang kamu jangan dulu cuti. Nunggu dua minggu lagilah karena memang Ibu sangat membutuhkan tenaga kamu. Jangan khawatir kecepetan lahir. Ibu juga sudah pengalaman dalam masalah itu mah. Ibu, kan, sudah dua kali melahirkan.”

Penutup

Sansan : “Mudah-mudahan, Ya, Bu. Terima kasih atas kebaikan Ibu.”

(Sumber: Jenis-jenis Teks (Dr. E. Kosasih, M.Pd) halaman 85)

Tujuan Negosiasi

surat negosiasi, tujuan negosiasi

gambar via unsplash.com/cyton-photo

Adapun tujuan negosiasi, baik dalam bisnis ataupun dalam hal lain adalah sebagai berikut,

  • Untuk mencapai suatu kesepakatan bersama, memiliki presepsi, pandangan serta saling pengertian.
  • Mencapai sebuah jalan keluar atau solusi dari permasalah yang dihadapi.
  • Mencapai solusi yang saling menguntungkan untuk berbagai pihak.

Negosiasi akan mendatangkan banyak manfaat, baik bagi perusahaan atau bagi masyarakat biasa. Karena nyatanya secara tidak sadar kita sering melakukan negosiasi dalam kehidupan sosial.

Sebagai contohnya ialah saat seorang pembeli sedang berbelanja di pasar dan melakukan penawaran. Hal tersebut secara tidak langsung masuk ke dalam negosiasi.

Baca juga : Teks Persuasi | Pengertian, Contoh, Ciri & Struktur

Contoh Teks Negosiasi

penjual asongan, contoh teks negosiasi

gambar via unsplash.com/gabriel

Bagian ini merupakan bagian akhir artikel, memberikan contoh-contok teks negosiasi dengan berbagai jenis, seperti teks negosiasi panjang, pendek dan teks negosiasi dengan percakapan jumlah 2 (dua) hingga 4 (empat) orang.

1. Contoh Teks Negosiasi Jual Beli

Berikut ini merupakan salah satu contoh negosiasi pembeli dan penjual laptop.

Pembeli : “Selamat Siang mba.”

Penjual : “Siang mas, ada yang bisa kami bantu?”

Pembeli : “Saya mau lihat laptop ROG mba.”

Penjual : “Mau yang series berpa mas, terdapat banyak pilihan, mulai dari harga Rp.12.000.000,00 sampai Rp.50.000.000,00”

Pembeli : “Lihat dulu yang Rp.12.000.000,00 an aja.”

Penjual : “Silahkan ini mas dilihat.”

Pembeli : “Bisa kurang ga mba harganya?”

Penjual : “Paling kami bisa kurangi Rp.500.000,00 an mas, jadi harganya Rp.11.500.000,00.”

Pembeli : “Bisa dikurangi lagi gak mba ya?”

Penjual : “Mohon maaf mas, belum bisa.”

Pembeli : “Baik mba kalau begitu, saya jadi beli ini uangnya.”

2. Contoh Teks Negosiasi Sehari-Hari

Berikut adalah contoh negosiasi yang seringkali terjadi dalam kehidupan sehari-hari, antara ibu rumah tangga dengan seorang penjual sayur.

Pembeli : “Bang ada ikan asin gak?”

Penjual : “Banyak bu”

Pembeli : “Berapaan harganya?”

Penjual : “1/4 kg harganya 12 ribu”

Pembeli : “Pasin aja bang 10 ribu”

Penjual : “Tidak bisa bu, dari pasarnya juga segitu, mana untungnya buat saya”

Pembeli : “Kalo 10 ribu saya beli 1/2 kg”

Penjual : “Yaudah bu tidak apa-apa segitu, mumpung saya lagi baik”

3. Contoh Teks Negosiasi di Sekolah

Berikut ini merupakan contoh negosiasi yang dilakukan antara salah satu siswa dengan seorang gurunya di sekolah.

Siswa : “Assalammualaiku,  buk maaf mengganggu waktunya sebentar.”

Guru : “Waalaikumsalam, iya ada keperluan apa ya?”

Siswa : “Kedatangan saya kesini terkait tugas yang ibu berikan minggu lalu, saya belum dapat mengumpulkannya hari ini.”

Guru : “Jika belum, artinya kamu tidak akan memiliki nilai tugas tersebut. Pokonya dikumpulkannya harus hari ini, jika tidak, ya tidak dapat nilai.”

Siswa : “Saya sudah lima hari sakit bu, sehingga tidak dapat mengerjakan tugas yang ibu berikan. Mohon ibu untuk bisa mempertimbangkannya.”

Guru : “Sebenarnya ibu tidak mau menerima alasan apaun. Namun berhung kamu telah mau datang menemui ibu, ibu beri kesempatan mengerjakan tugas dalam waktu satu hari.”

Siswa : “Tidak bisa ditambah bu waktu pengerjaannya, satu hari terlalu singkat. Bagaimana jika dua hari bu?”

Guru : “Gini saja, pilih satu hari, tapi kamu berkesempatan untuk mendapatkan nilai A, atau dua hari tapi maksimal nilai kamu B, ayo bagaimana?”

Siswa : “Bingung bu, saya pilih dua hari saja bu.”

Guru : “Ya sudah ibu tunggu tugasnya, awas jangan lupa.”

4. Contoh Teks Negosiasi di Lingkungan Keluarga

Berikut adalah salah satu contoh negosiasi yang dilakukan anak kepada orang tuanya.

Anak : “Pak setelah lulus SMA saya ingin pesantren dulu selama satu tahun, bagaimana menurut bapak?”

Bapak : “Menurut bapak mending kamu langsung kuliah, sayang juga umur jika menunda kuliah satu tahun”

Anak : “Bukan begitu pak, tapi saya ingin belajar ilmu agama dulu yang bener.Seperti bapak ketahui, saat ini pergaulan diluar sana semakin tidak karuan”

Bapak : “Jika begitu bapak percaya pilihanmu, Insha Allah bapak ijinkan.”

Baca juga : 11+ Contoh Teks Eksposisi & Paragraf Eksposisi [Lengkap]

Demikian artikel mengenai teks negosiasi, yang meliputi pengertian, contoh, struktur, tujuan dan kebahasaannya. Semoga tulisan ini bermanfaat serta membantu kalian dalam memahami dan meyelesaikan tugas.

Terimakasih.

 

Show Comments

No Responses Yet

    Leave a Reply